(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia terus memperkuat langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi industri yang kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo Subianto.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa perhatian besar Presiden terhadap pendidikan vokasi menjadi landasan penting dalam membangun sumber daya manusia industri yang unggul dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, baik di dalam negeri maupun global,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Saat ini, Kemenperin membina 11 politeknik, 2 akademi komunitas, serta 9 SMK vokasi industri. Setiap tahunnya, lembaga-lembaga ini menghasilkan lulusan yang siap kerja dan memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Mayoritas lulusan bahkan langsung terserap di industri, sementara sisanya mendapatkan pekerjaan dalam waktu maksimal enam bulan setelah lulus.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, mengungkapkan bahwa lulusan vokasi Kemenperin dibekali kemampuan teknis sekaligus adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi industri.
“Tingkat serapan lulusan pada 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam enam bulan,” jelas Doddy.
Tingginya kualitas lulusan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya minat masyarakat. Data Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2025 mencatat lonjakan signifikan jumlah pendaftar, yakni mencapai 82,8 ribu untuk politeknik dan akademi komunitas serta 28,8 ribu untuk SMK. Angka ini naik tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Menjawab antusiasme tersebut, Kemenperin kembali membuka program JARVIS 2026 untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat. Program ini menjadi pintu masuk bagi calon mahasiswa dan siswa ke seluruh unit pendidikan vokasi binaan Kemenperin.
JARVIS terdiri dari tiga jalur, yakni JARVIS Bersama, JARVIS Mandiri, dan JARVIS Prestasi. Untuk JARVIS Bersama, pendaftaran politeknik dan akademi komunitas dibuka pada 6 April hingga 5 Juni 2026, sementara untuk SMK berlangsung hingga 15 Mei 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya.
Dengan penguatan pendidikan vokasi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan SDM industri yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan bersaing di pasar global.









