
(Vibizmedia – Gaya Hidup) Fenomena di Eropa seperti yang terlihat di beberapa negara, Belgia, Prancis, dan Belanda mewakili kebanyakan negara Eropa umum nya. Jalanan berbatu di Brussels, kafe-kafe artistik di Paris, hingga kanal-kanal ikonik di Amsterdam, anjing bukan hanya hewan peliharaan. Mereka adalah warga negara kelas empat (setelah pria, wanita, dan anak-anak) yang memiliki hak sosial hampir setara dengan manusia.
Mari kita lihat bagaimana Belgia, Prancis, dan Belanda mendefinisikan ulang hubungan antara manusia dan anjing.
Prancis: “Le Chien” sebagai Tamu Kehormatan
Jika makan di restoran di Paris, jangan terkejut jika melihat seekor Terrier duduk manis di bawah meja makan mewah. Di Prancis, anjing adalah bagian dari etiket sosial.
Prancis adalah pelopor dunia dalam hal aksesibilitas hewan. Anjing diizinkan masuk ke banyak restoran, butik mode, hingga hotel tanpa banyak tanya. Pelayan sering kali menyajikan air untuk anjing bahkan sebelum Anda memesan kopi.
Meskipun Paris adalah kota yang padat, warga lokal sangat rajin membawa anjing mereka ke Jardin des Tuileries atau sekadar berjalan santai di tepi Sungai Seine. Bagi orang Prancis, anjing yang berkelakuan baik adalah cerminan dari didikan pemiliknya yang elegan.
Belanda: Revolusi Kesejahteraan Tanpa Anjing Terlantar
Belanda mencatatkan sejarah sebagai negara pertama di dunia yang bebas dari anjing jalanan. Ini bukan karena pembersihan paksa, melainkan sistem sosial yang sangat maju.
Pemandangan paling unik di Belanda adalah melihat anjing besar seperti Golden Retriever duduk dengan tenang di dalam bak sepeda saat pemiliknya mengayuh menembus angin Amsterdam. Sepeda adalah moda transportasi utama bagi manusia dan anjing.
Pemerintah Belanda memberlakukan pajak anjing (hondenbelasting) di banyak wilayah, namun dana tersebut kembali ke fasilitas publik seperti taman anjing dan penyediaan kantong limbah gratis.
Di Belanda, menelantarkan hewan bukan hanya tabu secara sosial, tetapi juga merupakan tindak kriminal serius dengan denda mencapai puluhan ribu Euro.
Belgia: Keseimbangan antara Aturan dan Kasih Sayang
Di Belgia, memelihara anjing adalah tentang tanggung jawab yang terstruktur. Warga Belgia sangat menghargai privasi dan ketertiban, dan ini tercermin dalam cara mereka merawat anjing.
Sangat umum bagi pemilik anjing di Belgia untuk mendaftarkan peliharaan mereka ke sekolah pelatihan (Hondenschool). Itulah sebabnya anjing-anjing di Belgia jarang menggonggong sembarangan atau agresif di tempat umum.
Warga Belgia gemar membawa anjing mereka menjelajahi hutan Ardennes di akhir pekan. Hubungan mereka dengan anjing sangat aktif secara fisik; anjing dianggap sebagai teman berpetualang yang setara.
Perbandingan Gaya Hidup
Bicara mengenai perlakuan kepada hewan peliharaan di restoran maka di Prancis sangat terbuka, sementara di Belanda juga sama tapi dilengkapi dengan ijin. Sedangkan di Belgia ijin membawa anjing cukup terbuka di area outdoor.
Untuk moda transportasi, di Prancis bisa membawa hewan peliharaan di metro dan kereta api. Di Belanda diijinkan membawa anjing menggunakan sepeda bak dan trem. Sementara di Belgia untuk membawa anjing peliharaan harus menggunakan mobil dan berjalan kaki.
Bagi orang Prancis anjing peliharaan diprioritaska dalam hal estetika dan kehadiran sosial. Sedangkan di Belanda diprioritaskan memperoleh perlindungan dan hak hukum. Sementara di Belgia diprioritaskan dalam hal kedisiplinan dan pelatihan.
Mengapa Mereka Begitu Peduli?
Secara psikologis, orang Eropa Barat memandang anjing sebagai Unconditional Companion (sahabat tanpa syarat). Di tengah kesibukan masyarakat modern yang cenderung individualis, kehadiran anjing memberikan koneksi emosional yang tulus.
Bagi mereka, menghabiskan uang untuk asuransi kesehatan hewan yang mahal atau membawa anjing berlibur ke luar negeri bukan dianggap sebagai pemborosan, melainkan investasi untuk kebahagiaan keluarga.
Di ketiga negara ini, adalah hal yang sangat tidak sopan (bahkan bisa ditegur orang asing) jika Anda tidak memungut kotoran anjing Anda di jalan. Kebersihan ruang publik adalah kontrak sosial yang dijunjung tinggi.









