Fesyen Indonesia Kian Dilirik Jepang, Potensi Transaksi Capai Rp17 Miliar

0
57
Fesyen Indonesia Kian Dilirik Jepang, Potensi Transaksi Capai Rp17 Miliar (Foto: Infopublik)

(Vibizmedia – Industry) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat produk fesyen dan aksesori Indonesia meraih potensi transaksi sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp17 miliar dalam ajang Pop Up Store Kobe, Jepang 2026. Capaian ini menjadi sinyal kuat meningkatnya daya saing produk kreatif nasional di pasar Jepang yang dikenal ketat dan berstandar tinggi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menilai hasil tersebut menunjukkan produk Indonesia kian diterima di pasar global, khususnya pada segmen yang menuntut kualitas dan desain unggulan. Potensi transaksi ini tercermin dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dan Liris dan Bee-First Co., Ltd dari Jepang.

Penandatanganan MoU turut disaksikan oleh Fajarini Puntodewi, Konsul Jenderal RI di Osaka John Tjahjanto secara daring, serta Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Didit Akhdiat Suryo secara luring.

Menurut Puntodewi, keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat citra produk fesyen, aksesori, dan perhiasan Indonesia di Jepang. Partisipasi ini merupakan hasil kolaborasi Kemendag melalui ITPC Osaka bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.

Sebanyak 16 jenama Indonesia turut ambil bagian melalui Paviliun Indonesia, menampilkan beragam produk mulai dari aksesori, perhiasan, hingga pakaian.

Sementara itu, Kepala ITPC Osaka Didit Akhdiat Suryo menekankan pentingnya strategi promosi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Ia menyebut pendekatan promosi terintegrasi melalui Pop Up Store menjadi kunci, terutama dengan mengedepankan storytelling dan koneksi emosional dengan konsumen Jepang guna memperkuat penetrasi pasar.

Jepang sendiri merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 32,08 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 17,61 miliar dolar AS.

Di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), Jepang menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai 1,02 miliar dolar AS atau 8,53 persen dari total ekspor nasional. Tren ini berlanjut pada awal 2026, di mana ekspor TPT periode Januari–Februari mencapai 180 juta dolar AS, naik 3,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komoditas TPT yang diekspor ke Jepang meliputi pakaian jadi, kain, benang, serat sintetis, produk fesyen kreatif, hingga produk interior kreatif.