Bacarita Basudara Jadi Ruang Ekraf Gali Kekuatan Kreatif Indonesia Timur

0
62
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, berdialog bersama diaspora Ternate dan Tidore Kepulauan untuk menggali potensi cerita lokal sebagai aset kreatif bernilai ekonomi. Diskusi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan bertajuk Bacarita Basudara tersebut digelar di Backyard Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (26/4/2026), dan menjadi ruang temu antara pemerintah, komunitas, serta sekitar 100 pemuda diaspora Maluku Utara yang tergabung dalam jaringan APEKSI Muda dan Timur Network Foundation.

Dalam forum tersebut, Irene menekankan bahwa ekonomi kreatif merupakan sarana untuk membawa kekayaan cerita dari Indonesia Timur ke panggung global. Ia juga mendorong lahirnya identitas kolektif melalui branding dan kampanye bersama agar potensi budaya dan aset digital daerah dapat bersaing di pasar internasional.

“Ekonomi kreatif adalah cara kita membawa cerita dari Timur ke dunia. Kita harus bergerak bersama dengan semangat gotong royong dan membangun kekuatan kolektif,” ujarnya.

Mengusung konsep ngobrol tanpa panggung, diskusi berlangsung secara setara dan terbuka untuk memetakan potensi serta tantangan dalam mengembangkan identitas budaya menjadi nilai ekonomi. Pendekatan ini memberi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan sekaligus merumuskan solusi kolaboratif bagi penguatan ekosistem kreatif di daerah.

Irene menilai, ruang dialog informal seperti ini penting untuk menghilangkan sekat formalitas sehingga ide-ide besar dapat lahir dari percakapan sederhana, sekaligus memastikan suara dari Indonesia Timur mendapat ruang yang setara dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional.

Melalui sesi berbagi pengalaman, berbagai aspirasi pemuda kemudian diakomodasi menjadi peluang kolaborasi konkret. Kementerian Ekraf berperan sebagai fasilitator dengan mendorong pengembangan produk kreatif berbasis edisi terbatas serta wisata eksklusif berbasis digital, guna menciptakan pertumbuhan usaha yang kompetitif dan berkelanjutan di pasar global.

Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menegaskan pentingnya peran kota-kota di Indonesia Timur dalam peta jalan ekonomi kreatif nasional. Ia berharap aspirasi yang dihimpun dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan yang mendukung pelaku kreatif, termasuk melalui penyediaan infrastruktur dan regulasi yang lebih adaptif.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan yang inklusif melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas kreatif. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang berakar dari daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, jaringan komunitas, serta tokoh yang aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia Timur.