(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi dengan perusahaan teknologi Meta guna memperluas jangkauan pelaku ekonomi kreatif ke pasar internasional. Langkah ini menegaskan peran Kementerian Ekraf sebagai penghubung strategis agar karya dan talenta lokal semakin dikenal serta mampu bersaing di tingkat global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan, pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan industri dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Di dalam negeri, kami ingin ekonomi kreatif semakin dekat dan dipahami masyarakat luas. Sementara di tingkat global, kami berupaya memperluas eksposur pelaku dan event kreatif Indonesia. Kolaborasi dengan platform seperti Meta menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong karya kreatif Indonesia mendunia,” ujar Irene dalam audiensi bersama Meta di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, Kementerian Ekraf berperan sebagai “matchmaker” yang menghubungkan berbagai kepentingan dalam ekosistem kreatif agar dapat berkembang secara optimal dan selaras.
Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah potensi kerja sama, antara lain pertukaran data tren pasar lintas negara, pengembangan pelatihan kreator berbasis gamified learning dan kecerdasan buatan (AI), serta penguatan edukasi terkait community guidelines agar pelaku kreatif dapat beraktivitas secara aman dan bertanggung jawab di ruang digital.
Meta Indonesia, bagian dari Meta Platforms, Inc., mengelola berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Tingginya adopsi platform tersebut di Indonesia mencerminkan besarnya potensi pengembangan ekonomi digital, sekaligus membuka peluang luas bagi kreator dan pelaku usaha untuk berkembang.
Head of Public Policy Meta Indonesia dan Filipina, Berni Moestafa, menilai Indonesia sebagai salah satu pasar dengan tingkat adopsi digital yang tinggi, didukung kreativitas pengguna yang terus berkembang.
“Pengguna di Indonesia sangat kreatif dalam memanfaatkan teknologi, tidak hanya untuk komunikasi tetapi juga untuk mengembangkan bisnis. Hal ini mendorong kami untuk terus menghadirkan solusi yang relevan agar kreator dan pelaku usaha dapat tumbuh dan menjangkau audiens secara lebih efektif,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, Meta juga menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kapasitas kreator melalui berbagai praktik terbaik dalam pemanfaatan platform digital, mulai dari strategi pembuatan konten hingga komunikasi publik yang efektif.
Partner Manager Government, Politics, and Advocacy Meta APAC, Imanuel Lamoa, menyatakan pihaknya siap berbagi pengetahuan guna membantu kreator dan pelaku ekonomi kreatif mengoptimalkan potensi digital.
“Kami ingin mendorong kreator tidak hanya dari sisi penjualan, tetapi juga membangun pemahaman digital yang kuat sejak proses pembuatan konten, sehingga mereka dapat berkembang secara lebih efektif,” ujarnya.








