Erupsi Dahsyat Gunung Dukono: Lima Pendaki Luka-Luka, Dua Wisatawan Diduga Meninggal

0
80
Erupsi Gunung
Asap putih kelabu dari aktivitas erupsi Gunung Dukono membumbung tinggi ke angkasa terlihat dari depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Kawasan Pemerintahan, Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5). FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Gunung Dukono kembali mengalami erupsi besar pada Jumat pagi (8/5), memicu situasi darurat di kawasan pendakian gunung api aktif tersebut. Sedikitnya lima pendaki dilaporkan mengalami luka-luka, sementara dua wisatawan lainnya diduga meninggal dunia dan masih dalam proses verifikasi oleh tim gabungan di lapangan.

Erupsi terjadi sekitar pukul 07.41 WIT dengan kolom abu vulkanik membumbung tinggi mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB yang dihimpun dari PVMBG, abu vulkanik tampak berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, disertai dentuman lemah hingga kuat.

Aktivitas vulkanik Gunung Dukono sendiri diketahui terus meningkat sejak 29 Maret 2026. Gunung yang saat ini berstatus Level II atau Waspada itu tercatat mengalami rata-rata 95 kali erupsi dalam periode pengamatan terakhir.

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, tenaga medis, serta relawan masyarakat kini terus melakukan penyisiran dan evakuasi terhadap para pendaki yang masih berada di kawasan gunung. Fokus utama diarahkan pada jalur pendakian dan area terdampak hujan abu vulkanik.

Dampak erupsi juga mulai dirasakan warga di Kecamatan Galela, khususnya di Desa Mamunya. Hingga Jumat siang, BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara masih melakukan pendataan terkait kondisi warga maupun wisatawan di sekitar kawasan terdampak.

Sebagai langkah tanggap darurat, pemerintah daerah telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu untuk mempercepat koordinasi penanganan di lapangan. BNPB bersama Badan Geologi dan PVMBG juga terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Dukono secara berkala.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata sebelumnya dilaporkan telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono guna mengantisipasi potensi bahaya. Namun, dari hasil koordinasi sementara lintas instansi, muncul dugaan adanya aktivitas pendakian yang tetap dilakukan meskipun kawasan wisata tersebut telah dinyatakan ditutup.

Pemerintah kini mendalami kemungkinan adanya kelalaian dari pihak pegiat wisata maupun penyelenggara pendakian terkait insiden tersebut.

BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar tidak mendekati zona berbahaya yang telah ditetapkan otoritas vulkanologi. Warga juga diminta menggunakan masker saat terjadi hujan abu dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupun PVMBG.