Produk Kriya Indonesia Mendunia, IKM Binaan Kemenperin Tembus Panggung Global di Hong Kong

0
89
Industri Kriya
Ilustrasi Industri Kriya. FOTO: KEMENPAREKRAF

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Bali terus memperluas akses pasar global bagi industri kecil dan menengah (IKM) nasional, khususnya di sektor fesyen dan kriya. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memfasilitasi partisipasi IKM binaan dalam ajang internasional Home InStyle 2026 yang digelar pada 27–30 April 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, produk kerajinan Indonesia memiliki peluang besar untuk semakin kompetitif di pasar dunia apabila terus didorong melalui inovasi desain, pemanfaatan bahan baku berkelanjutan, dan penguatan nilai fungsi produk sesuai kebutuhan konsumen global.

“Produk kerajinan nasional yang mengedepankan kreativitas dan inovasi memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. Karena itu, Kemenperin terus mendukung pengembangan kapasitas dan promosi IKM agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Menperin.

Menurut Agus, partisipasi dalam pameran internasional seperti Home InStyle bukan sekadar membuka peluang transaksi bisnis, tetapi juga menjadi sarana penting bagi pelaku IKM untuk memperluas jejaring, menambah pengalaman, dan memahami tren pasar global yang terus berkembang.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita menjelaskan, pada ajang tersebut Kemenperin melalui BPIFK membawa tiga IKM alumni program Creative Business Incubator (CBI), yaitu Manamu, Kampoeng Anyaman, dan Koto Batu.

Ketiganya menampilkan produk unggulan kriya Indonesia yang memadukan kekayaan budaya lokal dengan desain modern, sejalan dengan tema Home InStyle 2026 yang mengangkat inovasi material, eksplorasi budaya, serta kreativitas desain untuk menjawab tren gaya hidup global.

Prestasi membanggakan diraih Koto Batu yang sukses meraih penghargaan “Best of Show Award” pada ajang European Product Design Award x HKTDC Home InStyle 2026 melalui karya desain bertajuk Felora.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kualitas desain, inovasi, dan nilai estetika produk Indonesia telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional,” ujar Reni.

Sementara itu, Kepala BPIFK, Dickie Sulistya Aprilyanto menambahkan, Home InStyle 2026 menggunakan pendekatan hibrida yang memungkinkan peserta melanjutkan komunikasi bisnis secara digital setelah pameran berakhir.

Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen Kemenperin dalam memperkuat promosi, pemasaran, dan jejaring global bagi IKM nasional agar mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi produk kriya Indonesia di pasar internasional.

Dengan dukungan berkelanjutan seperti ini, pemerintah optimistis sektor fesyen dan kriya nasional akan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.