Presiden Prabowo: Tongkol Jagung Kini Jadi Sumber Energi, Bukti Anak Bangsa Inovatif

0
89
Ketahanan Pangan
Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi berbagai inovasi di sektor pangan dan energi yang dinilai mampu memperkuat ketahanan nasional di tengah situasi krisis global. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Dalam sambutannya, Presiden mengaku optimistis terhadap kemampuan Indonesia menghadapi tantangan global, khususnya di bidang energi dan pangan. Kepala Negara menyoroti inovasi pemanfaatan tongkol jagung menjadi briket arang sebagai salah satu terobosan yang menurutnya sangat menjanjikan.

“Saya gembira. Bukan saya pura-pura. Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, ‘Pak tenang, kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung.’ Waduh, luar biasa,” ujar Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, inovasi tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi di tengah tekanan global. Ia menilai kedekatan antara institusi negara, kampus, insinyur, dan masyarakat menjadi faktor penting lahirnya berbagai terobosan strategis.

Presiden juga menekankan bahwa penguatan sektor pangan harus menjadi prioritas utama bangsa. Baginya, segala upaya untuk menjaga dan meningkatkan produksi pangan berarti menjaga masa depan serta kedaulatan Indonesia.

“Pangan adalah strategis. Apapun yang kau buat untuk mengamankan dan meningkatkan produksi pangan kita, itu berarti anda mengamankan masa depan kita, kedaulatan kita,” tegasnya.

Selain inovasi energi dari limbah pertanian, Kepala Negara turut menyoroti pengembangan pupuk berbahan batu bara kalori rendah yang dinilai berpotensi memperkuat kemandirian pertanian nasional. Presiden menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk impor agar sektor pertanian Indonesia semakin tangguh.

“Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat. Saya minta ini diimplementasi, konsep temuan bagus,” katanya.

Presiden Prabowo menambahkan, berbagai hasil inovasi tersebut ke depan dapat didistribusikan secara luas melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Melalui mekanisme itu, pemerintah ingin memastikan kebutuhan penting masyarakat tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat dengan harga semurah-murahnya supaya rakyat kita daya belinya meningkat, kehidupannya lebih baik, kualitas hidupnya lebih baik,” tandas Presiden.

Melalui inovasi di sektor pangan dan energi, pemerintah berharap Indonesia semakin mandiri menghadapi ketidakpastian global, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan nasional berbasis sumber daya dalam negeri.