Rafale, Falcon hingga Rudal Meteor Diserahkan, Presiden Prabowo Perkuat Pertahanan Udara RI

0
111
Pesawat MRCA Rafale
Pesawat MRCA Rafale dan Sistem Pertahanan Modern untuk Perkuat Pertahanan Udara Nasional. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan nasional sebagai langkah strategis menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri penyerahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Senin (18/5).

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan lain selain menjaga wilayah kedaulatan nasional. Oleh sebab itu, penguatan pertahanan harus terus dilakukan sebagai kekuatan penangkal (deterrent) di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujar Presiden.

Presiden menilai, sektor pertahanan menjadi syarat utama terciptanya stabilitas nasional, terlebih di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Menurut Kepala Negara, negara yang memiliki pertahanan kuat akan lebih mampu menjaga stabilitas, melindungi kepentingan nasional, dan mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

“Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” katanya.

Sebagai bentuk konkret penguatan pertahanan, Presiden Prabowo menyerahkan sejumlah alutsista modern kepada pertahanan nasional, di antaranya enam unit pesawat tempur Dassault Rafale, empat pesawat pengintai dan angkut VIP Dassault Falcon 8X, serta satu unit pesawat tanker dan angkut strategis Airbus A400M Atlas MRTT.

Selain armada udara, turut diserahkan sistem radar pertahanan udara GCI GM403, rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor Beyond Visual Range (BVR), serta amunisi pintar AASM Hammer, yang menjadi bagian dari sistem persenjataan Rafale.

Usai seremoni penyerahan, Presiden meninjau langsung sejumlah alutsista tersebut. Kepala Negara tampak melihat kokpit Rafale, sistem persenjataan smart weapon Hammer dan rudal Meteor, sebelum melanjutkan peninjauan terhadap radar pertahanan udara GM403.

Presiden menegaskan, pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia akan terus dilanjutkan ke depan dengan fokus menjaga keamanan wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia.

“Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” tegas Presiden.

Penguatan alutsista modern tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus meningkatkan daya tangkal nasional di tengah tantangan keamanan kawasan dan global yang terus berkembang.