Banjir Meluas dari Sulawesi hingga Jawa Barat, Ribuan Warga Terdampak

0
63
Evakuasi Banjir
Evakuasi warga terdampak banjir di Kota Cirebon, Jawa Barat pada Senin, 18 Mei 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Gelombang bencana hidrometeorologi basah kembali melanda berbagai wilayah di Indonesia. Dalam rentang waktu sejak Senin (18/5) hingga Selasa (19/5) pagi, banjir dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, merendam ribuan rumah dan berdampak pada ribuan warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hujan berintensitas tinggi menjadi pemicu utama meningkatnya kejadian banjir di sejumlah provinsi.

Di Kabupaten Parigi Moutong, banjir melanda Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong pada Senin (18/5). Sebanyak 66 warga terdampak, dengan genangan merendam 66 rumah, satu fasilitas kesehatan, satu rumah ibadah, dan satu fasilitas umum. Meski sempat mengganggu aktivitas warga, kondisi terkini dilaporkan mulai membaik seiring air yang berangsur surut.

Sementara itu, di Kabupaten Tapin, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan 155 rumah warga terendam di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan. Sedikitnya 589 jiwa terdampak, sementara debit air dilaporkan masih mengalami kenaikan hingga Selasa pagi. Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan koordinasi penanganan darurat di lapangan.

Situasi lebih serius terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, di mana banjir meluas ke sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Pandawan, Barabai, dan Batu Benawa. Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, sebanyak 2.489 rumah terdampak, disertai gangguan pada 12 rumah ibadah, 13 fasilitas pendidikan, dan 15 perkantoran. Tinggi muka air dilaporkan berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter, memengaruhi aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Di wilayah Kabupaten Cirebon, hujan deras juga memicu meluapnya sungai dan menggenangi sejumlah kawasan permukiman. Sedikitnya 1.363 rumah terdampak, dengan jumlah warga terdampak mencapai 5.139 jiwa di beberapa kelurahan seperti Kalijaga, Harjamukti, Pegambiran, Kasepuhan, Drajat, dan Jagasatru.

Banjir di Cirebon bahkan memaksa 30 warga mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan. Meski kondisi mulai berangsur surut, ketinggian air masih berkisar antara 40 hingga 150 sentimeter di sejumlah titik.

BNPB Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

Melihat masih tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi basah, terutama banjir dan longsor.

Warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung dalam durasi lama, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir. Selain itu, masyarakat diimbau rutin memantau tinggi muka air sungai dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi guna mengantisipasi risiko lebih besar.

Di tengah cuaca yang sulit diprediksi, kesiapsiagaan dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana dan melindungi keselamatan warga.