(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Rabu sore ini (3/6), ditutup tergelincir, menambah loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah menanjak 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini merosot 0,48% atau 85 poin ke level Rp 17.943 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.858. Rupiah terpantau lanjut membukukan rekor terendah sepanjang masa yang baru.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.858 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.945, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.943.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menanjak 2 hari di sesi global sebelumnya; mengarah ke 5 minggu tertingginya di antara tensi di Selat Hormuz yang memanas serta menambah permintaan dollar sebgai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 99,35, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,22.
Sementara itu, IHSG Rabu di akhir sesi terpantau merosot 254,361 poin (4,11%) ke level 5.941,066, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed dengan Nikkei mencetak rekor dan di tengah naiknya tensi AS – Iran terkait Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan ketiga indeks acuannya dalam rekor.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.950 – Rp17.712.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









