(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (8/6), berakhir merosot, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia agak menanjak setelah melejit di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini merosot 0,86% atau 155 poin ke level Rp 18.170 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.015. Rupiah terpantau tergelincir ke level rekor terendah yang baru, lanjut bearish memasuki minggu yang kesebelas.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 18.035 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.180, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 18.170.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah melejit di sesi global sebelumnya; rally ke 9 minggu tertingginya setelah data NFP Amerika yang kuat mengangkat estimasi prospek kenaikan suku bunga the Fed.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun terbatas ke 100,16, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,07.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi terpantau merosot 252,628 poin (4,52%) ke level 5.342,137, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah dipimpin Kospi yang anjlok 8% di antara serangan rudal Iran ke Israel yang mengancam rapuhnya gencatan senjata dan menaikkan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi signifikan.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.180 – Rp17.840.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









