Pemerintah Dorong Energi Alternatif, Fokus Alihkan LPG ke CNG di Tengah Ketidakpastian Global

0
56
Foto: Kementerian ESDM

(Vibizmedia – Jakarta) Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mencari sumber energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu fokus utama kebijakan ini adalah percepatan peralihan dari penggunaan gas minyak bumi cair (liquefied petroleum gas/LPG) ke gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG).

Langkah tersebut diambil sebagai respons pemerintah terhadap ketidakpastian geopolitik global yang masih berlangsung. Di tengah situasi tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi tertentu.

Selain mendorong transisi ke CNG, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan harga BBM dan LPG bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi bawah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kebijakan penyesuaian harga hanya berlaku pada sektor energi non-subsidi yang mengikuti mekanisme pasar. Sementara itu, harga BBM dan LPG bersubsidi dipastikan tetap stabil.

Menurutnya, kebijakan tersebut dirancang agar masyarakat yang membutuhkan subsidi tidak terdampak oleh fluktuasi harga energi global, sementara kelompok masyarakat yang lebih mampu dapat menyesuaikan dengan harga pasar.

Di sektor ketenagalistrikan, Kementerian ESDM juga memastikan bahwa pasokan batu bara dalam kondisi aman. Realisasi pemenuhan kewajiban pasar domestik (domestic market obligation/DMO) telah mencapai 170 juta ton.

Bahlil menegaskan bahwa gangguan pasokan listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah bukan disebabkan oleh kelangkaan batu bara, melainkan kendala teknis pada mesin pembangkit milik PT PLN (Persero).

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global, sekaligus memastikan akses energi bagi masyarakat tetap terjangkau dan berkelanjutan.