Menuju Nol Kematian 2030, Kemenkes Edukasi Tiga Fase Bahaya Dengue

0
63

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat langkah pengendalian dengue sebagai bagian dari upaya mencapai target nasional nol kematian akibat penyakit tersebut pada 2030. Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap fase kritis dengue agar kasus berat dapat dicegah sejak dini.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menegaskan bahwa dengue masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia karena dapat berujung pada kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

“Dengue ini berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda dan gejalanya serta memahami kapan harus segera mencari pertolongan medis,” ujar Prima dalam Temu Media bertema “Indonesia Menuju Nol Kematian Akibat Dengue Tahun 2030” di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa perjalanan penyakit dengue terdiri atas tiga fase yang perlu dipahami masyarakat. Pertama, fase demam tinggi yang terjadi pada hari pertama hingga ketiga, dengan suhu tubuh meningkat mendadak hingga 38–40 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sakit kepala hebat.

Kedua, fase kritis yang umumnya muncul setelah hari ketiga. Pada fase ini, suhu tubuh justru menurun sehingga sering menimbulkan kesan bahwa pasien mulai membaik. Namun, kondisi ini justru berbahaya karena berisiko menyebabkan kebocoran plasma, perdarahan, hingga syok yang dapat mengancam jiwa.

Ketiga, fase penyembuhan, yakni saat kondisi pasien mulai membaik secara bertahap dan kadar trombosit kembali normal setelah melewati fase kritis dengan penanganan yang tepat.

“Ketika demam turun, masyarakat jangan langsung menganggap pasien sudah sembuh. Fase kritis inilah yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa,” tegas Prima.

Selain pemahaman gejala, Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk aktif memutus rantai penularan dengan memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini berkembang biak di genangan air bersih, baik di dalam maupun di sekitar rumah.

Tempat perindukan nyamuk tersebut antara lain bak mandi, toren air, wadah dispenser atau kulkas, vas bunga, barang bekas, hingga cekungan alami seperti lubang bambu dan pelepah daun.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mendorong penerapan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta ditambah langkah perlindungan tambahan lainnya.

“Melalui kombinasi edukasi, deteksi dini, penanganan medis yang cepat, serta gerakan 3M Plus, pemerintah optimistis target nol kematian akibat dengue di Indonesia dapat terwujud pada 2030,” pungkasnya.