Ekspor Perdana ke Arab Saudi, Produk Herbal RI Raih Nilai Rp2,5 Miliar

0
52
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Produk herbal asal Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di pasar global. Kali ini, produk tersebut berhasil menembus pasar Arab Saudi melalui kesepakatan bisnis senilai Rp2,5 miliar untuk pengiriman perdana. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Agreement antara PT Dami Sariwana dari Indonesia dan mitranya, Al Itholah Trading dari Arab Saudi.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dami Sariwana, Taswan Wimala Putra, bersama pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, di Gedung Pelayanan Terpadu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah pada Senin (15/6). Prosesi ini turut disaksikan Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah, Joneri Alimin, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Sugih Rahmansyah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor perdana ini mencerminkan besarnya potensi produk herbal Indonesia di pasar internasional. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri dalam membuka akses pasar.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi bukti keberhasilan program pembinaan eksportir yang dijalankan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPSDMEJP). Program tersebut dinilai mampu melahirkan eksportir yang tangguh dan siap bersaing di pasar yang kompetitif seperti Timur Tengah.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, menilai tren gaya hidup sehat di Arab Saudi menjadi peluang besar bagi produk herbal Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan kerja sama, ITPC Jeddah juga melakukan langkah preventif melalui verifikasi mendalam terhadap kredibilitas mitra importir sebelum penandatanganan dilakukan.

“Langkah ini penting untuk memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia. Kami juga akan terus mengawal prosesnya agar pengiriman perdana berjalan lancar. Apalagi, mitra di Arab Saudi telah menyatakan komitmennya untuk melakukan pemesanan lanjutan jika produk diterima dengan baik,” ujar Bagas.

Dalam kesepakatan tersebut, terdapat tiga jenis produk herbal unggulan yang akan dipasarkan, yakni suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, dan produk pelangsing tubuh. Tahap awal pengiriman direncanakan sebanyak satu kontainer yang akan diberangkatkan pada Juli mendatang, setelah memenuhi standar dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

PT Dami Sariwana sendiri merupakan produsen produk kesehatan berbahan alami yang berbasis di Serpong, Tangerang, serta merupakan binaan PPSDMEJP Kementerian Perdagangan. Taswan Wimala Putra mengapresiasi dukungan ITPC Jeddah yang dinilai menjadi faktor kunci dalam membuka akses pasar Arab Saudi.

“Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi pintu masuk strategis untuk memperluas jangkauan produk kami ke seluruh kawasan Timur Tengah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Al Itholah Trading merupakan perusahaan distributor di Arab Saudi yang fokus pada penyediaan produk konsumen berkualitas. Dalam kerja sama ini, perusahaan tersebut berperan dalam pengelolaan distribusi, pemenuhan regulasi, hingga strategi pemasaran di pasar ritel Arab Saudi.

Nassrudin menyatakan optimismenya terhadap potensi produk herbal Indonesia. Ia menilai produk tersebut memiliki kualitas yang baik dan berpeluang besar diterima secara luas di kawasan Timur Tengah. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan area khusus di jaringan outlet mereka untuk menampilkan produk PT Dami Sariwana.

Kerja sama ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan perdagangan kedua negara, khususnya di sektor nonmigas. Pada periode Januari hingga April 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia–Arab Saudi tercatat sebesar USD 1,02 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai USD 675,80 juta dan impor sebesar USD 345,90 juta. Indonesia pun mencatat surplus sebesar USD 329,90 juta.prod