Indonesia Genjot Transformasi Digital untuk Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja

0
47
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa percepatan transformasi digital nasional harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Meutya kepada awak media usai menghadiri acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Menurut Meutya, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital dunia. Saat ini, nilai ekonomi digital nasional diperkirakan telah mencapai sekitar 100 miliar dolar Amerika Serikat, atau hampir sepertiga dari total ekonomi digital kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia memiliki kekuatan besar dari sisi nilai ekonomi digital dan skala pasar yang didukung lebih dari 230 juta penduduk. Dua kekuatan ini menjadi modal penting untuk mempercepat transformasi digital nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh berhenti pada aspek pembangunan teknologi semata, melainkan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Kelompok seperti pelaku usaha mikro, petani, nelayan, hingga pelajar perlu merasakan dampak nyata dari digitalisasi.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar, serta membuka peluang ekonomi baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan perkembangan teknologi yang pesat, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk melakukan lompatan besar menuju pembangunan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Meutya menjelaskan bahwa percepatan transformasi digital membutuhkan kolaborasi erat dari seluruh ekosistem digital nasional. Pemerintah mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta berbagai asosiasi industri.

Melalui kerja sama tersebut, berbagai tantangan transformasi digital dapat diatasi secara bersama, mulai dari pembangunan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital, penguatan talenta digital, hingga pengembangan inovasi berbasis teknologi.

“Transformasi digital tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” katanya.

Dalam forum DEAL 2026, hadir berbagai pelaku industri dan asosiasi yang terlibat dalam pengembangan ekosistem digital nasional. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama untuk mendukung agenda percepatan transformasi digital Indonesia.

Meutya berharap forum tersebut dapat menjadi wadah penyelarasan langkah serta penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan dalam mempercepat digitalisasi di berbagai sektor.

Menurutnya, dengan kolaborasi yang semakin kuat, Indonesia dapat mempercepat pemanfaatan teknologi digital sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing nasional di tingkat global.

“Kami berharap forum ini menjadi momentum untuk mempercepat transformasi digital Indonesia melalui kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem digital yang terintegrasi diyakini akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.