Kampus Jadi Motor Inovasi Bangsa, Prabowo: Saya Butuh Jumpa dengan Orang-Orang Pintar

0
42
Sarasehan
Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk mengambil peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi dalam menghadapi dinamika global yang semakin dipengaruhi oleh kemajuan sains dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat menutup Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center, Minggu (28/6).

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang terbuka bagi pertukaran gagasan, perdebatan ilmiah, dan lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan bangsa.

“Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi. Di situlah disebut bahwa kampus punya academic freedom, kebebasan akademis,” ujar Presiden.

Presiden juga menekankan bahwa kebebasan akademik harus menghasilkan karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, seluruh institusi pendidikan tinggi perlu memastikan bahwa pengembangan sains dan teknologi selalu berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menilai hubungan yang erat antara pemerintah dan kalangan akademisi sangat penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan nasional yang tepat sasaran. Presiden bahkan menyatakan keinginannya untuk rutin berdiskusi dengan para akademisi dan ilmuwan.

“Kalau perlu tiap bulan kita ketemu. Saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar,” kata Presiden.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa kemajuan sains dan teknologi telah membuat dunia semakin terhubung, sehingga peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.

“Kalau ada perang nuklir di satu belahan dunia, kita akan kena dampaknya,” ungkap Presiden.

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sinergi antara negara, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam membangun ekosistem sains dan teknologi yang tangguh, inovatif, serta berdaya saing global demi mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri.