Waspadai Ancaman Karhutla dan Kekeringan, Sejumlah Daerah Mulai Terdampak Musim Kemarau

0
33
Bencana
Distribusi 5.000 liter air bersih ke masyarakat di daerah terdampak kekeringan, di Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas, pada Minggu (28/6). FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Senin (29/6/2026). Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan akibat musim kemarau menjadi bencana yang paling dominan terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 18.15 WIB. Lahan seluas empat hektare dilaporkan terbakar. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan berhasil memadamkan api pada keesokan harinya. Tidak ada korban jiwa maupun warga terdampak dalam peristiwa tersebut.

Karhutla juga terjadi di Kota Langsa, Aceh. Kebakaran yang melanda lahan di Desa Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, pada Minggu (28/6), diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah. Peristiwa tersebut menyebabkan satu kepala keluarga terdampak dengan luas lahan yang terbakar mencapai dua hektare.

Merespons kejadian itu, BPBD Kota Langsa mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air. Berkat penanganan cepat, api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Sementara itu, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kebakaran lahan seluas dua hektare juga terjadi di Desa Tomo, Kecamatan Tomo. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Sumedang dan tim gabungan berhasil memadamkan api dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran dan mobil tangki air. Tidak terdapat korban akibat kejadian tersebut.

Selain karhutla, dampak musim kemarau juga mulai dirasakan masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Upaya distribusi air bersih terus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Di Kabupaten Banyumas, BPBD setempat mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas. Air tersebut ditampung dalam toren berkapasitas 4.000 liter serta wadah milik warga.

Sementara di Kabupaten Boyolali, BPBD menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran, Kecamatan Selo. Kekeringan di Boyolali telah berlangsung sejak awal Juni 2026 dan berdampak kepada sedikitnya 42 kepala keluarga atau 125 jiwa.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Klaten. BPBD Kabupaten Klaten kembali mendistribusikan 60.000 liter air bersih atau setara 12 tangki air kepada 301 kepala keluarga atau sebanyak 1.142 jiwa di Desa Sidorejo.

Secara keseluruhan, total bantuan air bersih yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Klaten mencapai 845.000 liter atau setara 169 tangki air. Bantuan tersebut telah menjangkau 2.970 kepala keluarga atau sekitar 9.871 jiwa di empat desa, yakni Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo.

BNPB mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak melakukan pembakaran lahan, menggunakan air secara bijak, serta aktif memantau potensi kebakaran maupun kekeringan di wilayah masing-masing.

Pemerintah daerah juga diminta terus memperkuat langkah mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya, memantau wilayah rawan bencana, serta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang berpotensi terdampak kekeringan.