Ojol Bukan Sekadar Transportasi, Tapi Penggerak Ekonomi Digital Indonesia

0
42
Ojek online
Ojek online. FOTO: PEMKAB BANYUWANGI

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasi kepada industri ojek online (ojol) yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan mobilitas masyarakat, serta dukungan terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia yang digelar di Sasono Adiguno, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dalam sambutannya, AHY menyebut para mitra pengemudi ojol sebagai pejuang nafkah, pejuang keluarga, sekaligus penggerak ekonomi bangsa.

“Pertemuan ini selamanya akan saya ingat di tengah pejuang nafkah, pejuang keluarga, dan penggerak ekonomi kita. Bapak dan ibu semua adalah tulang punggung. Setiap keringat yang diteteskan Insya Allah menjadi pahala,” ujar AHY.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh industri ojek online yang telah membuka peluang kerja bagi jutaan masyarakat Indonesia.

“Terima kasih kepada industri ojol secara keseluruhan yang telah menciptakan lapangan kerja dan sumber penghasilan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mempercepat pergerakan manusia, barang, maupun jasa,” katanya.

Menurut AHY, perkembangan aplikasi transportasi daring seperti Grab turut memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional, termasuk membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

AHY mengungkapkan, berdasarkan hasil riset kolaborasi Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan INDEF, ekosistem ojek online mampu menyerap sekitar 2,91 juta tenaga kerja secara langsung dan memberikan kontribusi hingga Rp565 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, industri ini juga menciptakan sekitar 2,62 juta lapangan kerja turunan dalam ekosistem ekonomi digital.

Di sisi lain, AHY mengingatkan bahwa sektor transportasi juga menjadi salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar. Karena itu, ia mengapresiasi langkah Grab Indonesia melalui kampanye “Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia” yang mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Hingga Mei 2026, jumlah armada kendaraan listrik di Grab Indonesia tercatat telah mencapai 28 ribu unit atau meningkat dua kali lipat dibandingkan akhir tahun 2025.

AHY menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita tidak boleh terjebak dengan alasan membangun ekonomi, kemudian melakukannya secara asal-asalan dan tidak menjaga kelestarian lingkungan. Bumi kita hanya ada satu,” tegasnya.

Menurut AHY, pemerintah akan terus mendukung berbagai inisiatif sektor swasta yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan demi masa depan generasi mendatang.