Bapanas Prioritaskan Pasar Rakyat, Penyaluran Beras SPHP Diperkuat untuk Kendalikan Harga

0
37
Bantuan pangan beras
Bantuan Pangan Beras. FOTO: BULOG

(Vibizmedia-Nasional) Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat strategi stabilisasi harga beras dengan memprioritaskan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar rakyat di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan agar intervensi pemerintah lebih efektif dalam menjaga harga beras tetap stabil dan mudah dijangkau masyarakat.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa meskipun beras SPHP dapat disalurkan melalui delapan jalur distribusi, pasar rakyat tetap menjadi titik utama karena merupakan pusat transaksi masyarakat sekaligus indikator utama pergerakan harga beras di berbagai daerah.

“Pasar rakyat menjadi barometer pemantauan harga. Karena itu, penyaluran SPHP diprioritaskan ke pasar-pasar agar dampaknya terhadap stabilitas harga lebih optimal,” ujar Maino, Selasa (30/6/2026).

Bapanas juga meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan distribusi beras SPHP ke pasar rakyat. Dengan pasokan yang lebih merata di pusat-pusat perdagangan tradisional, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, sekaligus membantu mengendalikan laju inflasi pangan.

Hingga 27 Juni 2026, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 392 ribu ton, atau 47,56 persen dari target nasional tahun 2026 sebesar 828 ribu ton.

Menurut Maino, capaian tersebut masih berada pada jalur yang sesuai dengan rencana. Ke depan, Bapanas akan terus memperkuat distribusi di wilayah-wilayah yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan harga beras nasional.

“Realisasi lebih dari 45 persen masih sesuai target. Selanjutnya kami akan memperkuat penyaluran pada lokasi-lokasi prioritas agar harga dan inflasi beras tetap lebih terkendali,” jelasnya.

Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap ketersediaan beras tetap terjaga, harga di tingkat konsumen lebih stabil, serta daya beli masyarakat terlindungi di tengah dinamika pasar pangan nasional. Fokus pada pasar rakyat juga diharapkan mampu memperkuat efektivitas program SPHP sebagai instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di seluruh Indonesia.