Prabowo: Koperasi Harus Jadi Kekuatan Utama Ekonomi Kerakyatan

0
37
Foto: Tangkapan Layar Youtube BPMI Setpres

(Vibizmedia – Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi harus menjadi kekuatan utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai kebangkitan koperasi akan memastikan perputaran ekonomi tetap berada di daerah dan memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Menurut Presiden, koperasi merupakan wadah yang memperkuat posisi masyarakat kecil melalui semangat kebersamaan. Ia mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi—yang secara individu lemah, namun menjadi kuat ketika disatukan.

Prabowo optimistis gerakan koperasi Indonesia akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nasional yang mampu menopang pembangunan sekaligus menjaga agar perputaran uang tetap berada di dalam negeri.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah mulai melihat peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk di kalangan petani. Hal ini dinilai sebagai indikasi bahwa pembangunan ekonomi mulai memberikan manfaat yang lebih luas.

Presiden menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah difokuskan pada penguatan ekonomi dari tingkat daerah, mulai dari desa, kecamatan, hingga kabupaten, sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Meski demikian, Presiden menekankan bahwa penguatan koperasi tidak berarti mengesampingkan pelaku usaha lainnya. Pemerintah tetap mendorong peran seluruh elemen ekonomi, baik koperasi, UMKM, swasta, BUMN, maupun BUMD, sebagai bagian dari kekuatan ekonomi nasional dalam kerangka Indonesia Incorporated.

Ia menambahkan, penguatan koperasi bertujuan untuk membangun sinergi antar pelaku ekonomi, bukan menciptakan persaingan yang melemahkan satu sama lain.

Presiden juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa. Menurutnya, kerja sama dan saling mendukung menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari budaya saling mencela, iri hati, dan curiga, yang dinilai dapat menghambat kemajuan.

Prabowo turut menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang harus dikelola secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional serta memastikan kekayaan negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan bangsa.