Ajang Taekwondo Asia 2026 Didorong Jadi Penggerak Sport Tourism Jakarta

0
47
Penyelenggaraan **8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026** diproyeksikan menjadi penggerak sektor pariwisata dan perekonomian DKI Jakarta, seiring meningkatnya aktivitas perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, serta industri jasa. Kejuaraan ini akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan. (Foto: Kemenpora)

(Vibizmedia – Jakarta) Penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 diperkirakan mampu mendorong sektor pariwisata dan perekonomian DKI Jakarta. Dampaknya terlihat dari peningkatan aktivitas di bidang perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga industri jasa. Kejuaraan yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan pada 1–5 Agustus 2026 ini diikuti 478 atlet dari 36 negara, sekaligus menjadi ajang pengumpulan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, menyampaikan bahwa kehadiran ratusan atlet dan ofisial mancanegara diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah serta memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga internasional.

Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi wadah peningkatan prestasi atlet, tetapi juga berkontribusi pada pergerakan ekonomi, khususnya di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, dan pariwisata di Jakarta.

Richard juga menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang internasional merupakan bagian dari pengembangan sport tourism, yang efektif memperkenalkan Indonesia ke dunia sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota penyelenggara event olahraga berskala global.

Kejuaraan ini berstatus World Taekwondo (WT) G2, sehingga menjadi salah satu turnamen penting dalam perolehan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Kejuaraan Dunia. Pertandingan akan dibagi dalam dua kategori, yakni poomsae (seni) pada 1–2 Agustus dan kyorugi (tarung) kategori senior pada 3–5 Agustus 2026.

Indonesia menurunkan 233 atlet, termasuk 31 atlet elite hasil seleksi Kejuaraan Ksatria Nusantara Series yang digelar di sejumlah kota. Tiga di antaranya dipersiapkan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yakni Muhammad Bassam Raihan, Arya Danu, dan Andi Sultan.

Sebanyak 245 atlet lainnya berasal dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Timur Tengah. India menjadi kontingen terbesar dengan 61 atlet, disusul Hong Kong 34 atlet dan Filipina 33 atlet.

Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian menjelaskan jumlah peserta dibatasi demi menyesuaikan regulasi World Taekwondo, termasuk ketentuan waktu pertandingan yang tidak diperbolehkan berlangsung hingga malam hari.

Penyelenggaraan kejuaraan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat daya saing bangsa melalui peningkatan prestasi olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM.

Dengan masuk dalam kalender resmi World Taekwondo, ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism menuju Olimpiade Los Angeles 2028.