Di Tengah Tekanan Global, Pariwisata dan MICE Topang Pertumbuhan Ekonomi

0
38
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia terus memperkuat berbagai sumber pertumbuhan, salah satunya melalui sektor pariwisata dan industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Sebagai bagian dari industri penyelenggaraan acara, MICE memegang peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi lewat pertemuan, perjalanan insentif, konvensi, hingga pameran berskala nasional maupun internasional. Penguatan ekosistem MICE diyakini mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian, mulai dari peningkatan kunjungan wisata, investasi, perdagangan, hingga penciptaan lapangan kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa di tengah kondisi global yang tidak menentu, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal pertama. Ia menambahkan, sektor pariwisata—yang didukung oleh akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman—menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi secara sektoral dengan angka mencapai 13,14 persen. Hal tersebut disampaikan dalam ajang Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026 di Jakarta, Rabu (29/07).

SEABEF 2026 sendiri merupakan forum tahunan tingkat regional yang mempertemukan pembuat kebijakan, asosiasi, akademisi, serta pelaku industri MICE dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk membahas arah kebijakan, tren global, inovasi, serta peluang pengembangan industri event dan MICE sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, daya saing pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mengungkapkan bahwa kinerja sektor pariwisata terus menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, Indonesia mencatat 1,38 juta kunjungan wisatawan mancanegara serta sekitar 106,16 juta perjalanan wisatawan nusantara, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia juga menyoroti tren global dalam industri event yang mulai bergeser ke konsep bleisure, yakni perpaduan antara perjalanan bisnis dan liburan. Tren ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengintegrasikan kegiatan event dengan destinasi unggulan, sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus mendorong transformasi sektor pariwisata melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) guna menghadirkan pengalaman wisata yang lebih inovatif, personal, dan kompetitif. Upaya ini diwujudkan melalui program Pariwisata 5.0.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa melalui program tersebut, Indonesia mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah MaiA, perencana perjalanan berbasis AI melalui platform Indonesia.travel, yang memudahkan wisatawan dalam menemukan destinasi sekaligus menyusun rencana perjalanan secara lebih personal.

Pariwisata 5.0 merupakan pendekatan pengembangan pariwisata yang mengintegrasikan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pemanfaatan data untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkualitas, personal, dan berkelanjutan. Selain MaiA, Kementerian Pariwisata juga mengembangkan platform Event by Indonesia (EBI) sebagai pusat informasi dan basis data nasional untuk berbagai penyelenggaraan event, mulai dari MICE, seni budaya, olahraga, hingga kegiatan pariwisata di seluruh Indonesia.

Transformasi digital ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri event nasional, sekaligus mendorong penyelenggaraan event yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan. Sinergi antara penguatan ekosistem digital, pengembangan destinasi, serta penyelenggaraan event diyakini mampu memperluas dampak ekonomi sektor pariwisata ke berbagai sektor lainnya.

Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki daya saing kuat, mulai dari keramahan, fasilitas, hingga kekayaan kuliner yang beragam. Hal ini menjadi modal penting untuk menarik wisatawan yang memiliki daya beli tinggi.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan bahwa pengembangan industri event dan MICE merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata. Pemerintah pun terus mendorong penguatan konektivitas, pengembangan destinasi berbasis event, serta pemanfaatan AI guna mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat MICE global.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Dida Gardera, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Yustinus Prastowo, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Bambang Arianto, perwakilan Singapore Tourism Board Mohammed Hafez Marican, serta Managing Director TTG Asia Media Darren Ng.