Inovasi Anak Bangsa, Sistem Digital Pertamina Diakui di Kancah Global

0
40
Foto: Pertamina

(Vibizmedia – Jakarta) PT Pertamina (Persero) terus memperkuat sekaligus mengefisienkan proses pengelolaan perizinan di seluruh lini bisnis Pertamina Group, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Upaya tersebut diwujudkan lewat implementasi SYNERGY (Synchronize, Energize, & Digitalize), sebuah platform digital berbasis geospasial yang mentransformasi sistem pengelolaan perizinan operasional secara terintegrasi. Platform ini menggabungkan data perizinan, informasi spasial, dashboard pemantauan, hingga fitur pencarian berbasis AI dalam satu ekosistem digital.

Penerapan SYNERGY memberikan dampak signifikan, di antaranya mempercepat proses perizinan hingga 85 persen, mengelola lebih dari 5.000 dokumen perizinan aktif, serta menciptakan potensi efisiensi dan penghindaran biaya mencapai USD25 juta. Sistem ini juga mendukung pengelolaan 322 izin operasional kritikal dengan tingkat keberhasilan sertifikasi ulang 100 persen tanpa keterlambatan.

Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini memastikan seluruh operasional perusahaan berjalan sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Pertamina meraih Special Achievement in GIS (SAG) Award 2026 dari Esri Inc., penghargaan internasional bergengsi bagi organisasi yang dinilai inovatif dalam pemanfaatan teknologi Geographic Information System (GIS). Penghargaan ini diserahkan dalam ajang Esri User Conference 2026 di San Diego, Amerika Serikat, pada 17 Juli 2026.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menyebut penghargaan tersebut sebagai pengakuan global atas transformasi digital yang dilakukan perusahaan.

Ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi geospasial dan kecerdasan buatan tidak hanya meningkatkan kepatuhan dan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengambil keputusan strategis secara cepat, akurat, dan berbasis data.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menilai inovasi berbasis AI telah menjadi bagian penting dalam proses bisnis perusahaan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi digital karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat global.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital geospasial yang dilakukan Pertamina memberikan manfaat nyata, mulai dari peningkatan tata kelola, penguatan kepatuhan, efisiensi operasional, hingga mitigasi risiko dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Selain menerima penghargaan, Pertamina juga mempresentasikan perjalanan transformasi digitalnya melalui materi bertajuk “From Compliance to Intelligence: Pertamina’s Geospatial Transformation Journey through SYNERGY, GeoAI, and SIMA Pro.” Presentasi ini mengulas perkembangan kapabilitas geospasial perusahaan, mulai dari digitalisasi perizinan melalui SYNERGY, pemanfaatan AI lewat GeoAI, hingga pengelolaan aset berbasis geospasial melalui SIMA Pro.

Melalui inisiatif tersebut, Pertamina menunjukkan bahwa teknologi GIS telah berkembang dari sekadar alat pendukung kepatuhan menjadi fondasi enterprise geospatial intelligence yang mendukung pengambilan keputusan strategis, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola aset, serta menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pertamina dalam menghadirkan inovasi digital berkelas dunia guna mendukung transformasi bisnis dan pertumbuhan berkelanjutan.