Awal Agustus 2026, HPE dan HR Emas Turun 0,7 Persen

0
68

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode pertama Agustus 2026. HPE emas tercatat sebesar USD 130.921,50 per kilogram, turun 0,7 persen dibandingkan periode kedua Juli 2026 yang mencapai USD 131.839,51 per kilogram. Sementara itu, HR emas juga mengalami penurunan menjadi USD 4.072,12 per troy ounce dari sebelumnya USD 4.100,67 per troy ounce.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar, yang berlaku untuk periode 1–14 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa selama periode pengumpulan data, harga emas mengalami penurunan sebesar 0,7 persen. Menurutnya, penurunan HPE dan HR emas dipengaruhi oleh beberapa faktor global.

Ia menyebut, penguatan nilai tukar mata uang utama dunia serta meningkatnya imbal hasil obligasi internasional menjadi penyebab utama. Selain itu, suku bunga yang masih berada pada level tinggi turut menekan harga emas karena instrumen ini tidak memberikan imbal hasil berkala, sehingga investor cenderung beralih ke aset lain yang menawarkan keuntungan lebih terukur.

Peralihan investasi tersebut berdampak pada turunnya permintaan emas di pasar global. Di sisi lain, pasokan emas dunia yang tetap stabil semakin menekan harga, sehingga memicu koreksi di pasar internasional. Kondisi ini pada akhirnya berkontribusi pada penurunan HPE dan HR emas pada periode awal Agustus 2026.

Penetapan HPE dan HR emas dilakukan berdasarkan data serta masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA). Proses penetapan juga melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.