Dorong Ekonomi Digital, Pemerintah Percepat Implementasi 5G

0
51
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mempercepat pengembangan jaringan 5G sebagai langkah strategis menghadapi pesatnya kemajuan kecerdasan artifisial (AI). Pemerintah menargetkan cakupan layanan 5G terus meluas hingga mendekati skala nasional pada 2029 guna mendukung kebutuhan ekonomi digital generasi baru.

Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, menegaskan bahwa konektivitas kini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi utama bagi produktivitas, inovasi, dan daya saing bangsa di era AI.

Ia menyampaikan, percepatan roadmap 5G menjadi krusial agar Indonesia mampu mengikuti perkembangan ekonomi berbasis AI. Hal tersebut disampaikan dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, Indonesia telah memiliki fondasi infrastruktur digital yang kuat, ditandai dengan jaringan serat optik nasional yang melampaui satu juta kilometer, termasuk kabel bawah laut yang menghubungkan berbagai wilayah kepulauan.

Dengan dasar tersebut, pembangunan kini difokuskan pada peningkatan kapasitas, kualitas, dan ketahanan jaringan, bukan lagi sekadar perluasan akses dasar. Tujuannya adalah menciptakan infrastruktur yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi digital berbasis AI.

Ismail juga menjelaskan bahwa perkembangan AI mengubah paradigma industri telekomunikasi. Jika sebelumnya operator hanya berfokus pada penyediaan bandwidth, kini jaringan harus mampu mendukung layanan seperti AI cloud, komputasi berkinerja tinggi, Internet of Things (IoT), serta berbagai aplikasi digital bernilai tambah.

Untuk mempercepat implementasi 5G, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan yang mendukung kepastian investasi, termasuk penyediaan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dengan biaya lebih terjangkau.

Selain itu, regulasi jangka panjang juga disiapkan guna memberikan kepastian bagi pelaku industri dalam memperluas jaringan sekaligus mengembangkan layanan digital baru.

Pemerintah pun mendorong operator telekomunikasi untuk bertransformasi, tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai penyedia solusi digital lintas sektor, seperti pertanian, pertambangan, manufaktur, kesehatan, pendidikan, hingga keuangan.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia mengembangkan pendekatan konektivitas terpadu melalui kombinasi jaringan terestrial dan satelit (non-terrestrial network). Integrasi ini diharapkan mampu memperluas akses layanan digital berkecepatan tinggi secara merata dan efisien ke seluruh wilayah Indonesia.