
(Vibizmedia-Nasional) Musim kemarau kembali meningkatkan ancaman bencana hidrometeorologi kering di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa daerah sepanjang periode Rabu hingga Kamis, 12–13 Agustus 2026.
Sedikitnya 27,9 hektare lahan terbakar di tiga wilayah yang dilaporkan BNPB, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser di Kalimantan Timur serta Kabupaten Klaten di Jawa Tengah.
Kutai Kartanegara Terbakar 15 Hektare
Karhutla terjadi di Kelurahan Muara Sanga-sanga, Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa (11/8) sekitar pukul 15.20 WIB.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara langsung mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi.
Paser, Lima Hektare Terbakar
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Paser pada hari yang sama. Kebakaran melanda sejumlah titik di tiga kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi Desa Beras Jiring di Kecamatan Muara Komam, Desa Tanah Grogot dan Tepian Batang di Kecamatan Tanah Grogot, serta Desa Damit di Kecamatan Pasir Belengkong.
Total luas lahan yang terbakar mencapai lima hektare.
BPBD Kabupaten Paser bersama tim gabungan melakukan pemadaman dengan sejumlah metode, mulai dari penggunaan peralatan sederhana, pembuatan sekat bakar hingga pengerahan water truck.
Klaten, 7,9 Hektare Terbakar
Dari Jawa Tengah, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Klaten pada Rabu (12/8) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kebakaran terjadi di Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, dan Desa Jiwo Wetan, Kecamatan Wedi, dengan total luas lahan terbakar mencapai 7,9 hektare.
BPBD Kabupaten Klaten melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan perangkat desa, relawan, instansi terkait serta masyarakat untuk melakukan pemadaman.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Puting Beliung Rusak Rumah di Tebing Tinggi
Selain karhutla, BNPB juga melaporkan bencana angin puting beliung di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (9/8) sekitar pukul 19.30 WIB tersebut melanda Kelurahan Pinang Mancung dan Teluk Karang, Kecamatan Bajenis.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan sedikitnya sembilan kepala keluarga terdampak.
BPBD Kota Tebing Tinggi bersama relawan dan masyarakat langsung melakukan penanganan setelah kejadian.
BNPB Minta Warga Waspada
BNPB mengingatkan bahwa musim kemarau meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi kering, khususnya kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan dan deteksi dini, sekaligus memastikan ketersediaan personel serta sarana dan prasarana pemadaman.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar.
BNPB mengimbau warga segera melaporkan apabila melihat titik kebakaran kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Di tengah musim kemarau, satu titik api dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran yang lebih luas. Karena itu, pencegahan dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah karhutla semakin meluas.








