
(Vibizmedia – Jakarta) Khidmat saat Sang Merah Putih dikibarkan, semarak ketika atraksi udara melintas di atas Istana, hingga suasana haru saat lagu “Tanah Air” dinyanyikan bersama. Beragam nuansa tersebut mewarnai Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Ia mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung tertib dan sesuai dengan susunan acara yang telah dipersiapkan.
“Terima kasih, upacara berjalan dengan tertib dan khidmat,” ujar Prabowo.
Berdasarkan pantauan InfoPublik melalui siaran langsung BPMI Sekretariat Presiden, seluruh rangkaian upacara berlangsung sekitar satu jam. Prosesi diawali dengan pembacaan teks Proklamasi, kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta.
Dalam momen tersebut, Presiden Prabowo mengajak seluruh peserta untuk sejenak mendoakan masyarakat yang tengah menghadapi bencana alam.
“Saudara-saudara sekalian, mari kita mengheningkan cipta,” kata Prabowo.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Tim “Indonesia Berdaulat” Kibarkan Sang Merah Putih
Salah satu momen penting dalam upacara berlangsung ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim “Indonesia Berdaulat” menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih.
Celina Olivia Apriani Theo dari Kalimantan Barat dipercaya sebagai pembawa bendera Merah Putih. Pelajar SMK Negeri 5 Pontianak tersebut menjalankan tugas bersama anggota Paskibraka lainnya yang mewakili berbagai daerah di Indonesia.
Eighteen Jeanette Hekboy dari Nusa Tenggara Timur bertugas sebagai cadangan pembawa baki. Ia merupakan siswi SMA Negeri 1 Kupang.
Pada formasi Kelompok 8, posisi komandan dipercayakan kepada Achmad Fachri Mubarok dari Jambi, pelajar SMK Negeri 1 Kota Jambi.
Sementara itu, tugas sebagai pengerek bendera dijalankan oleh I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Kalimantan Selatan, pelajar SMA Negeri 7 Banjarmasin. Adapun M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Bengkulu dipercaya sebagai pembentang bendera. Ia merupakan pelajar SMA Negeri 7 Kota Bengkulu.
Untuk Kelompok 17, posisi komandan dipercayakan kepada Ahmad Raditya dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia tercatat sebagai pelajar SMK Penerbangan AAB Adi Sucipto.
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung khidmat diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, menjadi salah satu puncak utama peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI.
Gemuruh Atraksi Udara Semarakkan Suasana
Suasana di sekitar Istana Merdeka kemudian berubah menjadi lebih semarak ketika suara pesawat terdengar dari udara. Demonstrasi udara menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Formasi helikopter gabungan dengan call sign “Nusantara Flight” melintas di atas kawasan Istana dengan membawa bendera Merah Putih serta simbol angka 81 sebagai penanda usia Kemerdekaan Republik Indonesia.
Atraksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang menambah semarak suasana setelah prosesi utama upacara selesai.
Pertunjukan Anak Muda Hadirkan Kekayaan Budaya
Nuansa kebudayaan turut mewarnai peringatan kemerdekaan melalui pembacaan puisi oleh Moza Pramita. Puisi yang dibawakan mengangkat keberagaman Indonesia sebagai salah satu kekuatan bangsa.
Pertunjukan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penampilan anak-anak yang membawakan berbagai lagu nasional dan daerah.
Sejumlah lagu seperti “Indonesia Kharisma”, “Lir-Ilir”, dan “Cublak-Cublak Suweng” turut menghidupkan suasana panggung peringatan kemerdekaan.
Sinden cilik Savia Aulia R juga tampil membawakan lagu bernuansa Jawa, sementara Juan Reza membawakan lagu “Pica-Pica”.
Kehadiran para penampil muda memberikan warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 RI. Melalui musik, puisi, dan seni pertunjukan, generasi muda turut menunjukkan kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Indonesia.
“Tanah Air” Hadirkan Suasana Haru
Suasana haru terasa menjelang penghujung rangkaian acara ketika Shanna Shannon bersama seluruh penampil membawakan lagu “Tanah Air”.
Lagu tersebut dinyanyikan secara bersama-sama oleh para penampil dan peserta yang hadir di Istana Merdeka, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Suasana semakin emosional ketika sejumlah peserta terlihat menitikkan air mata saat lagu berkumandang.
Penampilan tersebut diiringi Gita Bahana Nusantara (GBN), kelompok paduan suara dan orkestra nasional yang menjadi wadah pembinaan seni musik bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengutip informasi Kementerian Kebudayaan, GBN telah hadir sejak 2003 dan secara rutin terlibat dalam berbagai rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari kekhidmatan pengibaran Sang Merah Putih, gemuruh atraksi udara, hingga lantunan lagu yang dinyanyikan bersama, peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Istana Merdeka menghadirkan perpaduan antara seremoni kenegaraan, seni budaya, dan semangat kebangsaan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang upacara, tetapi juga tentang merawat persatuan, menghargai keberagaman, dan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dari satu generasi ke generasi berikutnya.








