Festival Mbois 11 di Malang Padukan Olahraga, Hiburan, dan Peluang Ekonomi

0
37
Foto: Kemenpora

(Vibizmedia – Malang, Jawa Timur) Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengapresiasi pelaksanaan Festival Mbois 11 di Malang, Jawa Timur. Ajang yang digelar dengan konsep sportainment tersebut memadukan aktivitas olahraga dengan hiburan sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan masyarakat dan pelaku ekonomi.

Menurut Erick, pendekatan sportainment dapat menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas, organisasi olahraga, dan berbagai pihak lainnya. Selain mendorong partisipasi masyarakat, kegiatan olahraga yang dikemas secara menarik juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah.

Festival Mbois 11 yang berlangsung di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu (23/8/2026), menghadirkan beragam kegiatan olahraga, antara lain tinju amatir, jemparingan, dan e-sport.

Erick menilai pengembangan olahraga berbasis komunitas membutuhkan sinergi yang kuat dari berbagai unsur. Pemerintah daerah, komunitas, dan organisasi olahraga dinilai memiliki peran penting agar kegiatan olahraga dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Saya mendukung kalau semua berkolaborasi. Pemerintah kota, komunitas, hingga organisasi olahraganya,” ujar Erick saat mengunjungi Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur.

Ia juga menyoroti pandangan yang selama ini menempatkan olahraga sebagai sektor yang identik dengan pengeluaran besar. Menurut Erick, perspektif tersebut perlu diubah karena olahraga justru dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian.

Perputaran ekonomi dapat tercipta melalui berbagai aktivitas yang menyertai penyelenggaraan olahraga, seperti penjualan tiket, konsumsi masyarakat, kegiatan pelaku usaha kecil dan menengah, hingga penerimaan pajak.

“Jadi olahraga tidak lagi hanya biaya. Selama ini persepsinya biaya, padahal salah. Olahraga itu adalah investasi yang menciptakan perekonomian,” kata Erick dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, Festival Mbois 11 menjadi salah satu contoh bahwa kegiatan olahraga tidak harus terbatas pada aspek pertandingan dan pencapaian prestasi. Dengan konsep sportainment, olahraga juga dapat menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

Semakin luas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan olahraga, semakin besar pula peluang terbentuknya ekosistem industri olahraga yang memberikan manfaat bagi berbagai sektor.

Di samping manfaat ekonomi, Erick menegaskan bahwa olahraga merupakan bentuk investasi jangka panjang di bidang kesehatan. Hal ini semakin relevan mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk usia muda yang besar.

Erick menyebut sekitar 125 juta penduduk Indonesia saat ini berusia di bawah 30 tahun. Menurutnya, kelompok usia tersebut perlu dibiasakan menjalani pola hidup aktif dan sehat sejak dini agar memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik ketika memasuki usia lanjut.

“Jumlah itu nantinya akan memasuki usia lanjut dan harus memikirkan kebutuhan pembiayaan kesehatan. Makanya olahraga ini sebuah investasi untuk kesehatan kita nanti,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat didorong untuk memandang olahraga tidak hanya sebagai aktivitas kompetitif, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan upaya meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Olahraga juga memiliki fungsi strategis dalam membangun kebanggaan nasional. Prestasi atlet Indonesia di berbagai kompetisi internasional, menurut Erick, dapat memperkuat rasa percaya diri dan identitas bangsa, terlebih ketika Merah Putih berkibar di podium dunia.

“Sehingga olahraga bukan biaya, tapi investasi yang bisa memberikan kontribusi luar biasa kepada bangsa,” pungkasnya.

Pengembangan olahraga yang mengintegrasikan aspek kesehatan, ekonomi, partisipasi masyarakat, dan prestasi tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing.

Sinergi antara pemerintah, komunitas, organisasi olahraga, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperluas manfaat kegiatan olahraga. Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi sarana pembinaan atlet, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat, penguatan komunitas, serta pertumbuhan ekonomi daerah.