(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah buka peluang penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3kilogram (kg) sebagai alternatif energi bagi masyarakat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba langsung untuk melihat kesiapan teknologi tersebut sebelum penggunaannya diperluas.
Uji coba saat ini masih dilakukan secara terbatas di lingkungan internal Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Selama satu bulan, pemerintah tidak hanya mengamati keandalan fisik tabung, tetapi juga mempelajari bagaimana CNG 3 kg digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, hasil evaluasi pada September 2026 diharapkan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kinerja tabung sekaligus pola pemanfaatannya oleh pengguna.
“September ini kami akan dapatkan hasil evaluasi, bukan hanya dari sisi kinerja tabung, melainkan juga dari sisi bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Laode dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Pengembangan CNG dalam ukuran kecil menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari sumber energi alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap LPG, termasuk LPG 3 kg.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menjelaskan, pemanfaatan CNG bukanlah teknologi baru di Indonesia. Gas alam terkompresi tersebut telah digunakan di sejumlah sektor, seperti perhotelan, restoran, dan kafe atau horeka, Namun, penggunaannya selama ini lebih banyak menggunakan tabung berkapasitas besar, sekitar 10–20 kg.
Tantangan terbesar dalam pengembangan CNG 3 kg terletak pada tekanan penyimpanannya. Tekanan CNG dapat mencapai 200–250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan LPG yang berada di kisaran 5–10 bar. Karena itu, aspek keamanan, desain tabung, serta kenyamanan penggunaan menjadi perhatian utama dalam tahap pengujian.
Pengkajian masih dilakukan secara menyeluruh. Jika hasil pengujian menunjukkan kinerja dan tingkat keamanan yang memenuhi persyaratan, CNG 3 kg berpotensi menjadi salah satu pilihan energi alternatif bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menekan impor energi nasional.









