Soroti Potensi Industri Kreatif di IdeaFest 2026, Wamenekraf Dorong Karya Lokal Mendunia

0
1597
(Vibizmedia – Jakarta) Apresiasi tinggi diberikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, atas terselenggaranya sesi IdeaTalks 2026 bertajuk From Creation to Creative Opportunity. Diskusi ini menjadi bagian dari festival industri kreatif tahunan, IdeaFest 2026, yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat (4/9/2026). Kolaborasi sinergis antara Indosat, Adobe, IdeaFest, dan para kreator muda dinilai mampu mengolah gagasan kreatif menjadi penggerak nyata roda perekonomian nasional.

Sorotan Utama Event IdeaFest 2026

IdeaFest 2026 kembali mengukuhkan posisinya sebagai wadah kolaborasi lintas industri kreatif. Rangkaian acara pada edisi ini diisi dengan Sesi Panel IdeaFest yang mengulas perjalanan para kreator, Workshop Desain Tas Kanvas, hingga aktivitas pencetakan hasil karya secara langsung. Sekitar 250 peserta—terdiri atas pelaku seni, komunitas, dan mitra industri—hadir untuk mengeksplorasi strategi mengubah karya menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan.
Dalam kunjungannya, Wamenekraf turut meninjau berbagai instalasi interaktif, seperti Cafe Express-O (kolaborasi Adobe x Ekraf), Heart Installation, pameran ilustrasi IOH karya Sarkodit, Heartware Archives, area permainan Arcade, hingga Adobe Express Experience Area.

Strategi Kementerian Ekraf Dorong Kreator Go Global

Guna memperkuat daya saing talenta lokal di panggung internasional, Wamenekraf Irene Umar menyoroti beberapa pilar strategis:
Pertama, pemanfaatan teknologi dan infrastruktur.  Kombinasi konektivitas digital dari Indosat serta dukungan perangkat kreatif dari Adobe menjadi solusi efisien untuk mengakselerasi proses pembuatan karya dan memperluas jejaring bisnis.
Ke dua, perlindungan kekayaan intelektual (KI). Kekayaan Intelektual dijadikan fondasi utama yang tidak hanya difokuskan pada perlindungan hukum, tetapi juga pada komersialisasi agar KI lokal memiliki nilai tambah di pasar global.
Ke tiga, pengembangan SDM dan akses pasar. Program upskilling terus didorong agar kreator Indonesia mampu menjangkau tak hanya 240 juta pasar domestik, melainkan 8 miliar populasi dunia dengan mengandalkan keunikan (Unique Selling Point) budaya bangsa.
Kementerian Ekraf berkomitmen untuk terus memfasilitasi kemitraan antara kreator lokal dengan pihak investor guna memastikan karya seni tidak berhenti pada tahap apresiasi, melainkan berhasil menembus pasar komersial.
Dalam agenda ini, Wamenekraf Irene Umar didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, serta Direktur Gim, Luat Sihombing.