Indonesia Travel Pack 2026 Dorong Konektivitas Digital dan Perluasan Pasar Ekraf

0
73
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Bank Indonesia meluncurkan Indonesia Travel Pack (ITP) 2026 dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran digital lintas negara sekaligus memperluas peluang produk ekonomi kreatif Indonesia agar dapat masuk ke rantai nilai global.

Indonesia Travel Pack 2026 dirancang sebagai layanan terpadu bagi wisatawan mancanegara yang memadukan informasi destinasi, fasilitas pembayaran menggunakan QRIS Antarnegara, serta akses konektivitas selama berada di Indonesia.

Melalui tiga fitur utama, yakni Explore, Buy, dan Connect, wisatawan dapat memperoleh informasi perjalanan sekaligus mengakses berbagai produk dan layanan ekraf serta UMKM lokal. Sistem tersebut memungkinkan wisatawan menyiapkan kebutuhan perjalanan dan melakukan transaksi secara lebih praktis sejak sebelum tiba di Indonesia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengatakan ITP merupakan salah satu bentuk kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk menghubungkan sektor ekonomi kreatif dengan sistem pembayaran digital.

“Ini adalah salah satu bagian dari kolaborasi kita bersama Bank Indonesia untuk mencapai sesuatu yang luar biasa, yaitu bagaimana kita terhubung dengan sistem pembayaran digital. Ketika konektivitas digital dan pembayaran semakin mudah, maka produk kreatif Indonesia, kuliner, dan berbagai pengalaman lokal dapat semakin dikenal oleh dunia,” ujar Irene dalam acara FEKDI x IFSE 2026.

Buka Akses bagi UMKM dan Komunitas Kreatif

Irene menekankan bahwa pengembangan teknologi digital perlu memberikan manfaat yang luas, termasuk bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif yang berada di berbagai daerah.

Menurutnya, kehadiran ITP tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

“Saya berharap Indonesia Travel Pack ini bukan hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga menjadi ruang bagi warung-warung lokal, UMKM, dan komunitas kreatif di berbagai daerah untuk mendapatkan panggung yang sama dalam memperkenalkan produk terbaik Indonesia,” kata Irene.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menyebut konektivitas pembayaran lintas negara memiliki peran penting dalam mempermudah mobilitas wisatawan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata.

“Bagaimana kita mempermudah wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia, melakukan transaksi, dan meningkatkan aktivitas ekonomi mereka menjadi bagian penting dari transformasi digital. Melalui QRIS antarnegara dan Indonesia Travel Pack, kita menghadirkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan terpercaya,” ujar Aida.

Wamen Ekraf Tinjau Digitalent Expo

Selain menghadiri peluncuran Indonesia Travel Pack 2026, Irene Umar juga mengunjungi area Digitalent Expo 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan talenta digital muda sekaligus menjajaki peluang kolaborasi antara inovasi teknologi dan industri kreatif.

Dalam kesempatan tersebut, Irene berdiskusi dengan para finalis PIDI Digdaya x Hackathon 2026. Ia juga berinteraksi dengan pelaku industri kreatif di area pameran, termasuk mencoba permainan papan lokal di booth Ekraf bersama Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo serta Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta.

Rangkaian FEKDI x IFSE 2026 berlangsung pada 24-26 September 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan dukungan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) serta Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Mengangkat tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”, forum tersebut menjadi salah satu ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia.

Dorong Sinergi Ekonomi Kreatif dan Teknologi

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Masruroh, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, serta Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso.

Wamen Ekraf Irene Umar turut didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, serta Direktur Kreativitas Teknologi Dandy Yudha.

Peluncuran ITP 2026 sekaligus menunjukkan upaya mempertemukan perkembangan teknologi pembayaran digital dengan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui konektivitas tersebut, wisatawan diharapkan semakin mudah mengakses berbagai pengalaman dan produk lokal, sementara pelaku UMKM serta komunitas kreatif memperoleh peluang lebih besar untuk menjangkau pasar internasional.