Stasiun Gambir dan Monas Direvitalisasi, Bali Disiapkan Punya Kereta Api

0
117
Kereta Api Indonesia
Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis siang, 5 November 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah mendorong pengembangan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik di Jakarta dan Bali. Sejumlah rencana yang dibahas meliputi revitalisasi Stasiun Gambir dan kawasan Monas, pembangunan museum berskala nasional, hingga pengembangan layanan kereta api di Bali.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Presiden dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana pengembangan infrastruktur yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas publik sekaligus menjadi kebanggaan nasional.

Salah satu perhatian adalah revitalisasi Stasiun Gambir yang telah beroperasi sejak era 1970-an. Stasiun yang menjadi salah satu pusat transportasi utama di Jakarta tersebut diharapkan mengalami pembaruan agar lebih modern dan memiliki fungsi yang lebih luas.

“Revitalisasi Stasiun Gambir yang sejak 1970-an belum pernah direnovasi. Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota,” ujar Teddy.

Selain pembenahan stasiun, pemerintah juga mengarahkan revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) agar semakin nyaman, indah, dan menarik bagi masyarakat.

Pengembangan kawasan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada penataan fasilitas, tetapi juga penguatan nilai sejarah dan edukasi bagi pengunjung.

Pemerintah juga menginginkan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monas.

Teddy menjelaskan, museum tersebut diharapkan menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi yang dapat dinikmati masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda.

Keinginan tersebut muncul setelah pemerintah menyelesaikan revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah.

“Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” ungkap Teddy.

Kehadiran museum berskala besar di kawasan Monas diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan tersebut sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata sejarah nasional.

Dengan demikian, Monas tidak hanya menjadi simbol kemerdekaan Indonesia, tetapi juga ruang pembelajaran sejarah dan kebudayaan bagi masyarakat.

Di sektor transportasi, pemerintah juga memberikan arahan untuk memulai pembangunan layanan kereta api di Provinsi Bali.

Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata utama.

Rute awal yang direncanakan mencakup Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara Bali.

Pengembangan layanan kereta api ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan dan memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.

Selain mendukung mobilitas, pembangunan transportasi tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan fasilitas publik yang lebih baik.

Teddy menegaskan, berbagai rencana pengembangan tersebut merupakan bagian dari keinginan pemerintah untuk menghadirkan fasilitas publik yang lebih berkualitas dan memiliki nilai kebanggaan nasional.

Revitalisasi Monas, pembaruan Stasiun Gambir, pembangunan Grand National Museum, serta pengembangan kereta api di Bali diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat citra Indonesia.

“Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, stasiun Gambir, pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tapi juga menjadi nation pride atau kebanggaan nasional,” pungkas Teddy.

Berbagai rencana tersebut menempatkan pengembangan transportasi, wisata, sejarah, dan ruang publik sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih modern sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.