Pemerintah Percepat Digitalisasi Pembelajaran melalui Pelatihan Papan Interaktif di Sekolah

0
67
Foto: Kemendikdasmen)

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah terus mempercepat transformasi digital di bidang pendidikan dengan mendorong pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Digital Interaktif (PID) secara maksimal di sekolah. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pelatihan mandiri bagi guru resmi diluncurkan sebagai langkah strategis agar perangkat teknologi yang telah disalurkan benar-benar memberikan dampak pada mutu pembelajaran.

Program ini digelar oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi melalui webinar bertajuk “Pemanfaatan Papan Interaktif Digital dalam Pembelajaran”. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran digital yang tidak hanya berfokus pada distribusi perangkat, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Melalui Pelatihan Mandiri di Ruang GTK Rumah Pendidikan, guru didorong menggunakan PID bukan sekadar sebagai alat presentasi, melainkan sebagai sarana pedagogi untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Materi pelatihan dapat diakses secara fleksibel menggunakan akun belajar.id, mencakup pengenalan fitur, strategi pengajaran, hingga praktik penerapan di kelas.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa penggunaan teknologi harus sejalan dengan kebutuhan masa depan. PID dinilai mampu menjadi jembatan menuju pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja dan perkembangan zaman.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kesiapan guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Teknologi akan memberikan dampak nyata apabila digunakan untuk memperkuat pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Pelatihan ini tidak ditujukan untuk memperoleh sertifikat, melainkan untuk meningkatkan kompetensi. Guru yang menuntaskan seluruh modul akan menerima surat keterangan sebagai bukti partisipasi. Pendekatan ini diharapkan mendorong perubahan pola pikir dan praktik mengajar secara berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi tuntutan administratif.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menekankan pentingnya penerapan langsung di kelas. Menurutnya, perangkat, konten, dan pelatihan sudah tersedia, sehingga langkah selanjutnya adalah memastikan pemanfaatannya benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran.

Hal serupa disampaikan Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto, yang menilai pelatihan harus disertai praktik dan refleksi berkelanjutan agar teknologi dapat meningkatkan proses belajar mengajar secara signifikan.

Dalam pendidikan vokasi, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menyebut PID membuka peluang pembelajaran yang lebih autentik. Siswa SMK dapat melakukan simulasi industri hingga presentasi proyek berbasis dunia kerja secara lebih efektif melalui perangkat tersebut.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menambahkan bahwa digitalisasi pendidikan harus dibangun sebagai ekosistem menyeluruh yang mencakup teknologi, konten, serta kompetensi guru. Transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan perangkat, tetapi memerlukan kolaborasi berbagai pihak agar berjalan inklusif, merata, dan berkelanjutan.

Melalui program ini, pemerintah berharap penggunaan PID di sekolah semakin optimal, meningkatkan literasi digital guru, serta mendorong terciptanya pembelajaran yang adaptif, relevan, dan berdampak nyata bagi mutu pendidikan nasional.