BPS: Inflasi Tahunan Naik Jadi 3,08 Persen, Makanan Jadi Penyumbang Utama

0
87

(Vibizmedia – Nasional) Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,60 persen. Inflasi ini terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar, yakni 1,43 persen dengan tingkat inflasi 4,94 persen.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026), menyampaikan bahwa komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok tersebut antara lain ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), dan cabai merah.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat kenaikan signifikan dengan andil inflasi 0,70 persen dan tingkat inflasi mencapai 10,35 persen, yang terutama dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan.

Secara wilayah, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi tercatat di Papua Barat sebesar 5,94 persen, sedangkan terendah terjadi di Lampung sebesar 1,94 persen. BPS juga mencatat sebanyak 17 provinsi mengalami inflasi di atas angka nasional.

Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen, ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 pada April menjadi 111,40 pada Mei 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan andil 0,12 persen dan tingkat inflasi 0,39 persen. Komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga antara lain cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras, dengan cabai merah memberikan andil terbesar sebesar 0,08 persen.

Minyak goreng dan bawang merah masing-masing menyumbang 0,04 persen, sementara tomat dan beras masing-masing berkontribusi sebesar 0,03 persen dan 0,02 persen.

Kelompok transportasi juga turut menyumbang inflasi sebesar 0,07 persen dengan tingkat inflasi 0,61 persen, terutama dipicu oleh kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara yang masing-masing memberikan andil 0,02 persen.

Secara bulanan, inflasi terjadi di 31 provinsi, sementara 7 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Maluku sebesar 0,93 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Gorontalo sebesar 0,96 persen.