
(Vibizmedia-Nasional) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia seiring memasuki musim kemarau. Berdasarkan laporan pemutakhiran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada periode Selasa (2/6) hingga Rabu (3/6) pukul 07.00 WIB, sejumlah peristiwa karhutla tercatat terjadi di Sumatra Barat dan Aceh.
Salah satu kejadian terjadi di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat, pada Senin (1/6) pukul 18.30 WIB. Kebakaran melanda lahan di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih. Berkat respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok bersama tim gabungan, api yang membakar sekitar tiga hektare lahan berhasil dipadamkan pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Kebakaran yang berlangsung pada Senin (1/6) pukul 12.45 WIB tersebut menghanguskan sekitar satu hektare lahan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara. Tim gabungan BPBD dan instansi terkait berhasil mengendalikan dan memadamkan api pada keesokan harinya.
Masih di wilayah Aceh, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, sejak Minggu (31/5). Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani peristiwa tersebut. Upaya pemadaman akhirnya berhasil dilakukan setelah api membakar sekitar satu hektare lahan.
Meningkatnya frekuensi kejadian karhutla di sejumlah daerah menjadi sinyal perlunya peningkatan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung di beberapa wilayah Indonesia.
BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui patroli rutin di kawasan rawan kebakaran, menyiagakan personel serta peralatan pemadam kebakaran, dan meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah di area yang kering. Aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca panas dan minim curah hujan.
BNPB menegaskan bahwa pencegahan dini menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko karhutla. Dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat, potensi kebakaran yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi diharapkan dapat ditekan selama musim kemarau berlangsung.







