Menkeu Paparkan Lima Strategi Perkuat Kemitraan Ekonomi Indonesia–Korea Selatan

0
145
Foto: Kemenkeu

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan lima prioritas strategis untuk memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dengan Korea Selatan dalam Korea-Indonesia Economic Partnership Forum 2026. Di hadapan pelaku usaha dan pejabat diplomatik, ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Menkeu menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,61 persen dengan inflasi yang terkendali di level 3,08 persen, mencerminkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain.

Ketahanan tersebut juga didukung oleh surplus neraca perdagangan yang berlanjut selama 72 bulan hingga April 2026, serta cadangan devisa yang setara dengan 5,5 bulan impor. Di sektor keuangan, pertumbuhan kredit tetap berada pada level dua digit dengan likuiditas yang terjaga.

Untuk mempercepat investasi dan mempererat hubungan bilateral, pemerintah menawarkan lima strategi utama kepada investor Korea Selatan. Pertama, akselerasi investasi melalui penguatan koordinasi lintas instansi dalam Bottlenecking Task Force guna mengatasi hambatan regulasi dan operasional, dengan pengawasan langsung dari Presiden.

Kedua, optimalisasi pemanfaatan fasilitas dalam Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) untuk mendorong perdagangan dan integrasi rantai pasok. Ketiga, pemanfaatan maksimal Economic Development Cooperation Fund (EDCF) senilai 1,5 miliar dolar AS periode 2022–2026 untuk pembiayaan proyek infrastruktur prioritas seperti air bersih, sanitasi, TIK, dan smart city.

Keempat, penguatan hilirisasi industri masa depan, khususnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Pemerintah mendorong kolaborasi antara keunggulan teknologi Korea Selatan dan potensi sumber daya mineral Indonesia, termasuk dominasi pasokan nikel global, guna membangun rantai pasok baterai yang terintegrasi.

Kelima, komitmen pemerintah dalam menjaga kepastian kebijakan, kesehatan fiskal, pertumbuhan hijau berkelanjutan, serta iklim investasi yang kompetitif bagi jangka panjang.

Menkeu menyatakan optimisme bahwa kerja sama yang lebih erat dengan Korea Selatan, melalui perdagangan, pembiayaan infrastruktur, dan pengembangan ekosistem industri berkelanjutan, akan memberikan manfaat signifikan bagi kedua negara.