(Vibizmedia – Denyut Dunia) Di tengah-tengah hiruk-pikuk kota Kathmandu ada satu kawasan yang selalu hidup siang dan malam. Namanya Thamel. Bagi hampir setiap wisatawan yang datang ke Nepal, Thamel adalah tempat pertama atau favorit yang dikunjungi dan seringkali menjadi lokasi menginap. Kawasan ini dikenal sebagasi pusat wisata, belanja oleh-oleh, kuliner dan titik awal berbagai petualangan menuju pegunungan Himalaya.
Sementara itu, bagi siapapun yang pernah berkunjung ke Bali, nama Kuta tentu sudah tidak asing lagi. Kawasan wisata yang terletak di Kabupaten Badung ini telah menjadi ikon pariwisata Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Dengan hamparan pantai berpasir putih, ombak yang cocok untuk berselancar, deretan restoran, pusat perbelanjaan, hingga kehidupan malam yang semarak. Kuta menawarkan pengalaman liburan yang lengkap bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Ada beberapa kesamaan menarik antara kawasan Thamel di Kathmandu dan Kuta di Bali, terutama dari sudut wisatawan.
Pusat Wisata dan Belanja Souvenir
Thamel dikenal sebagai kawasan utama wisatawan di Kathmandu, penuh toko souvenir, perlengkapan trekking, kerajinan tangan dari kayu dan logam khas Nepal, pashmina dan syal wol Kashmir, dan oleh-oleh khas seperti teh dan kopi organik Himalaya.
Kuta juga sebagai salah satu pusat wisata di Bali dengan banyak toko oleh-oleh, butik pakaian pantai, kerajinan Bali dan pusat perbelanjaan dengan pilihan produk yang beragam.
Banyak Wisatawan Mancanegara
Keduanya yaitu Thamel dan Kuta merupakan daerah yang paling sering dikunjungi turis asing dan menjadi gerbang pertama bagi banyak wisatawan. Di kedua tempat ini bahasa Inggris relatif umum digunakan dalam transaksi wisata.
Konsentrasi Hotel, Restoran dan Hiburan
Thamel dipenuhi hotel, hostel, restoran internasional, kafe dan agen perjalanan. Kuta juga memiliki hotel dari berbagai kelas, restoran, bar, kafe dan fasilitas wisata yang lengkap.
Jalan-jalan di Thamel sering ramai oleh pejalan kaki, sepeda motor dan aktifitas perdagangan. Kuta juga terkenal ramai, terutama pada musim liburan dan di sekitar pusat perbelanjaan serta pantai.
Banyak usaha lokal dikedua kawasan bergantung pada pengeluaran wistawan, mulai dari akomodasi hingga penjualan souvenir.
Karena fungsi ekonominya mirip, banyak pelancong yang pernah mengunjungi keduanya sering menggambarkan Thamel sebagai Kuta-nya Kathmandu atau pusat turis Kathmandu seperti Kuta di Bali, meskipun karakter alam dan budayanya sangat berbeda. Thamel berada di kota pegunungan dan menjadi titik awal perjalanan ke kawasan Himalaya. Sedangkan Kuta berpusat pada wisata pantai, selancar dan kehidupan malam tropis.
Thamel bukan sekedar kawasan belanja, tetapi cerminan kehidupan modern Nepal yang berpadu dengan budaya Himalaya. Di sinilah para pendaki memulai perjalanan menuju puncak-puncak dunia, para pelancong menikmati cita rasa Nepal, dan pecinta budaya menemukan keramahtamahan masyarakat setempat.
Jika Anda berkunjung ke Kathmandu, sempatkanlah menghabiskan setidaknya satu atau dua hari di Thamel. Berjalan santai menyusuri gang-gangnya, mencicipi kuliner lokal, berburu kerajinan Nepal, dan menikmati suasana multikultural akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Kuta juga adalah simbol semangat pariwisata Bali yang mendunia. Keindahan alam, keramahan masyarakat, ragam kuliner, serta berbagai pilihan aktifitas menjadikan kawasan ini tetap menarik untuk dikunjungi, baik oleh wisatawan yang baru pertama kali datang maupun mereka yang ingin kembali mengenang pesonanya.
Jika Anda merencanakan liburan ke Bali, sempatkanlah menghabiskan satu hari di Kuta. Menikmati matahari terbenam, berjalan di sepanjang pasir putih, mencicipi kuliner khas, dan merasakan atmosfer khas Bali akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Penulis: Sugiharto









