Manfaat Tidur Siang bagi Kesehatan Anak

0
59
Seorang anak sedang tidur siang (Foto: AI)

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Tidur siang sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Tak jarang, anak-anak menolak ketika diminta tidur siang karena masih ingin bermain. Tidur siang adalah salah satu kebiasaan baik yang sangat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan anak-anak. Setelah melakukan berbagai aktivitas sejak pagi hari, seperti belajar, bermain, dan berinteraksi dengan orang lain, tubuh anak membutuhkan waktu untuk istirahat. terdapat beragam manfaat luar biasa yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik secara fisik, emosional, maupun kognitif, peningkatan konsentrasi belajar. Dengan tidur siang dapat membantu tubuh dan otak anak mendapatkan kesempatan untuk memulihkan tenaga dan dapat kembali beraktivitas dengan semangat. Oleh sebab itu tidur siang bukan hanya sekedar kebiasaan, tetapi menjadi bagian penting dalam mensupport pertumbuhan dan perkembangan anak.

Meningkatkan Fungsi Otak dan Daya Ingat.
Saat anak tidur siang, otak mereka tidak sepenuhnya berhenti bekerja. Pada saat itu yang dilakukan otak adalah  memproses, mengonsolidasi, dan menyimpan informasi yang mereka pelajari sejak pagi. Dengan tidur siang memberikan ruang bagi otak untuk “mengisi ulang baterai” sehingga pada saat bangun tidur akan membuat fokus anak meningkat dan membantu otak anak untuk kembali siap menyerap pelajaran dengan baik dan dengan mental yang segar.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur siang membantu otak anak memproses dan menyimpan informasi baru. Studi dari University of Massachusetts Amherst (2013) menemukan bahwa anak prasekolah yang tidur siang memiliki kemampuan mengingat lebih baik dibandingkan yang tidak.

Tidur siang membantu proses konsolidasi memori, yaitu mengubah pengalaman menjadi ingatan jangka panjang.

Membantu Menjaga Keseimbangan Anak.
Kurang tidur pada anak seringkali memicu produski hormon stress secara berlebihan, dan ada anggapan yang keliru bahwa anak yang tidak tidur saat siang hari akan membuat mereka akan lebih mudah tidur saat malam hari. Tapi pada kenyataannya akan lebih sering terbangun di malam hari, karena tubuh mereka menjadi gelisah.

Penelitian dari University of Colorado Boulder menunjukkan bahwa anak yang tidak tidur siang mengalami penurunan kontrol emosi hingga 30%.  Dengan tidur siang mencegah anak tidak terlalu lelah, mengurangi perilaku anak yang rewel, tidak tantrum, tidak marah, serta keadaan anak tersebut menjadi lebih segar dan merasa lebih nyaman. Kondisi emosional yang baik akan membantu anak membangun hubungan yang positif dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Serta akan membantu suasana hati anak akan menjadi lebih mood dan lebih siap untuk berinteraksi.

​Memaksimalkan Pertumbuhan Fisik
​Saat tidur, tubuh anak melepaskan Hormon Pertumbuhan (Growth Hormone). Hormon ini sangat penting bagi pertumbuhan tulang, perkembangan otot, dan perbaikan jaringan sel tubuh yang rusak setelah seharian aktif beraktivitas. Saat anak beristirahat siang hari itu akan membuat sistem kekebalan tubuh mereka bekerja dengan ekstra, tidak mudah terserang penyakit seperti batuk, pilek atau demam.

Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
​Kegiatan fisik anak yang tinggi sepanjang hari tentu menguras energi. Saat tidur siang tubuh memproduksi sitokin yaitu protein yang bertugas melawan infeksi dan peradangan. Selian itu dengan tidur memberikan jeda bagi sistem imun anak untuk memperkuat diri. Anak-anak yang mendapatkan istirahat cukup cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat terhadap serangan infeksi virus dan bakteri, seperti batuk dan flu. Anak yang cukup istirahatnya akan lebih jarang mengalami sakit, dibandingkan dengan anak yang kurang tidur.

Durasi Tidur Siang yang Ideal

Durasi tidur siang yang ideal menurut usia anak adalah beragam. Untuk bayi berusia 1 tahun adalah 2 sampai 4 kali sehari total 5 jam.  Sedangkan untuk balita 3 tahun adalah 1 kali sehari sekitar 1 sampai 2 jam. Untuk anak Prasekolah berusia 5 tahun adalah 1 kali sehari sekitar 1 jam. Untuk anak usia 6 tahun ke atas adalah sekitar 30 menit atau bersifat opsional jika tidur malam sudah cukup.

Tips Menjelang Tidur Siang

Buatlah rutinitas yang konsisten seperti cuci kaki, ganti baju dan buku cerita. Pencahayaan lampu kamar bisa diredupkan dan pastikan dalam suasananya tenang. Hindari tidur siang terlalu sore sebaliknya sebelum jam 15.00 sore.

Peran penting orang tua juga di perlukan dalam hal memberikan contoh seperti kebiasaan hidup sehat kepada anak. Anak yang melihat orang tuanya menghargai waktu untuk beristirahat biasanya akan lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut. Tidur siang bukanlah sekadar pelengkap rutinitas, melainkan bagian penting dari kesehatan jangka panjang si kecil. Dengan menciptakan suasana tidur yang nyaman dan konsisten, Anda membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan ceria.