Dari ASEAN ke Dunia, Indonesia Usung Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan

0
40
Foto: Kemenhut

(Vibizmedia – Siem Reap, Kamboja) Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak kerja sama kehutanan di kawasan dengan mendorong penguatan pengelolaan mangrove berkelanjutan melalui pengembangan World Mangrove Center (WMC). Komitmen ini disampaikan dalam forum ASEAN Working Group on Forest Management ke-21 yang berlangsung di Siem Reap, Kamboja.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menegaskan bahwa di bawah arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Indonesia terus memperkuat diplomasi kehutanan. Upaya ini diarahkan tidak hanya untuk menjawab tantangan lingkungan global, tetapi juga mempererat kolaborasi antarnegara ASEAN.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyoroti pentingnya ekosistem mangrove yang memiliki peran besar dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, perlindungan pesisir, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, kawasan ASEAN masih menghadapi berbagai tantangan seperti deforestasi, alih fungsi lahan, dampak perubahan iklim, dan pencemaran yang membutuhkan respons bersama.

Indonesia juga mengingatkan kontribusinya dalam kerja sama regional, termasuk melalui pembentukan ASEAN Mangrove Network pada 2014 di Surabaya, yang menjadi fondasi kolaborasi pengelolaan mangrove di kawasan. Sejak itu, Indonesia terus aktif memperkuat jejaring tersebut.

Berbagai capaian turut dipaparkan, mulai dari pengembangan sistem informasi mangrove ASEAN, penerapan model silvofishery, penyelenggaraan lokakarya regional, hingga penyusunan strategi pengelolaan mangrove berkelanjutan 2025–2030 beserta panduan teknisnya. Indonesia juga mendukung kelanjutan fase kedua AMNet untuk memperluas pertukaran pengetahuan, meningkatkan kapasitas negara anggota, serta mendorong praktik berbasis masyarakat dan program penanaman pohon regional.

Sebagai bagian dari kepemimpinan global, Indonesia memperkenalkan inisiatif World Mangrove Center yang digagas Kementerian Kehutanan. Pusat ini dirancang sebagai wadah kolaborasi internasional yang menghubungkan riset, kebijakan, pembiayaan, dan implementasi guna mempercepat konservasi dan rehabilitasi mangrove di tingkat global. Pengembangannya akan memanfaatkan Mangrove Information Center di Bali serta memperkuat jejaring AMNet.

Indonesia juga berkomitmen mendorong pengakuan internasional terhadap World Mangrove Center melalui berbagai forum global seperti COP30, UNFF21, dan APEC, sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola mangrove dunia yang lebih kolaboratif.

Melalui forum ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung agenda kehutanan ASEAN, memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan, serta berbagi pengalaman dan praktik terbaik. Kepemimpinan Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang berkontribusi nyata terhadap target iklim global, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan.