Menpora Erick Thohir Minta Atlet Indonesia Fokus Hadapi 21 Hari Terakhir Menuju Asian Games 2026

0
133
Foto: Kemenpora

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meminta para atlet Indonesia menjaga fokus dan memanfaatkan 21 hari terakhir menjelang Asian Games 2026. Masa tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh persiapan yang telah dilakukan selama pemusatan latihan dapat diterjemahkan menjadi penampilan terbaik di Aichi-Nagoya, Jepang.

Pesan itu disampaikan Erick saat menghadiri Tim Indonesia Day: Menjaga Merah Putih bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan kontingen Indonesia sebelum tampil pada Asian Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Asian Games merupakan ajang olahraga multicabang terbesar di kawasan Asia yang mempertemukan atlet dari berbagai negara untuk berkompetisi dalam puluhan cabang olahraga. Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam ajang empat tahunan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan mengejar medali, tetapi juga menjadi tolok ukur hasil pembinaan olahraga nasional di tingkat internasional.

Erick mengatakan perjalanan menuju Asian Games membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan teknik. Para atlet juga harus memiliki mental bertanding, kedisiplinan, konsistensi, dan kemampuan menjaga konsentrasi setelah menjalani persiapan panjang.

“Intinya saya mengingatkan mereka, yuk sama-sama kita jaga. Ini sebuah kesempatan buat kita semua, 21 hari ini nanti adalah saat mereka melakukan kompetisi. Saya harapkan mereka bisa fokus,” ujar Erick.

Menurutnya, para atlet telah melalui proses panjang untuk mendapatkan kesempatan membela Merah Putih. Tidak sedikit yang harus mengorbankan waktu bersama keluarga, pendidikan, maupun masa muda. Risiko cedera juga menjadi bagian dari perjalanan para atlet dalam mengejar prestasi.

Karena itu, Erick mengingatkan seluruh unsur dalam ekosistem olahraga nasional agar menjaga kekompakan. Sinergi diperlukan mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Chef de Mission (CdM), hingga federasi masing-masing cabang olahraga.

Target Empat Medali Emas

Dalam hal target prestasi, Erick menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya berharap Indonesia dapat mempertahankan raihan tujuh medali emas seperti pada Asian Games sebelumnya. Namun, situasi pada Asian Games 2026 berbeda karena terdapat tiga nomor yang sebelumnya menjadi sumber medali emas Indonesia tetapi tidak dipertandingkan pada edisi kali ini.

Dengan mempertimbangkan komposisi nomor pertandingan tersebut, pemerintah kemudian menyesuaikan target menjadi empat medali emas.

“Sekarang jadi targetnya empat. Ya kita berusaha dan kita lihat nanti seperti apa pencapaiannya,” kata Erick.

Menurut Erick, target tersebut bukan untuk menambah beban psikologis atlet. Fokus utama tetap diarahkan pada proses persiapan dan kemampuan setiap atlet untuk tampil maksimal ketika kompetisi berlangsung.

Pemerintah juga memastikan apresiasi berupa bonus akan diberikan kepada atlet yang berhasil meraih medali. Selain penghargaan atas prestasi, pemerintah akan memberikan pendampingan mengenai literasi finansial agar bonus yang diperoleh dapat dikelola secara bijak dan memberikan manfaat jangka panjang bagi atlet.

“Saya rasa berjuang dahulu, baru kita bicara bonus. Karena olahraga itu tidak hanya sekadar bonus-bonus, tetapi bagaimana para atlet ini bisa juga berjuang dan pasti bonus ada,” tegas Erick.

432 Atlet Perkuat Indonesia

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, melaporkan sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga akan memperkuat Indonesia di Aichi-Nagoya.

Tim Indonesia Day menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan atlet dan ofisial sekaligus membangun semangat kebersamaan sebelum kontingen bertolak ke Jepang. Dukungan masyarakat dinilai penting untuk menjaga motivasi para atlet selama menghadapi persaingan di panggung olahraga Asia.

“Di bulan kemerdekaan ini kami juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada tim kontingen Indonesia. Kita harus memberikan dukungan yang luar biasa sebagai penyempurnaan dari perjalanan panjang persiapan mereka yang sudah dilakukan,” ujar Todotua.

Erick sebelumnya juga mengapresiasi persiapan CdM dan NOC Indonesia dalam memastikan berbagai kebutuhan kontingen, mulai dari pendanaan, pelayanan, hingga kebutuhan atlet dan ofisial selama berada di Jepang.

Menurutnya, persiapan jangka panjang melalui pemusatan latihan nasional (Pelatnas) merupakan bagian dari transformasi pembinaan olahraga Indonesia. Pembinaan tidak hanya dipersiapkan untuk satu kompetisi, tetapi dirancang agar atlet memiliki kesinambungan program menuju berbagai ajang internasional.

“Pelatnas untuk Asian Games sudah berjalan dengan baik. Setelah Asian Games sudah ada dimulai pendanaan untuk SEA Games dan tentu Olimpiade,” ujarnya.

Erick menilai keterbukaan dan koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting agar sistem pembinaan olahraga dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan pola pembinaan yang terintegrasi, atlet diharapkan tidak hanya siap menghadapi satu ajang, tetapi memiliki jalur pengembangan menuju kompetisi regional hingga dunia.

Pada kesempatan tersebut, Erick bersama atlet dan unsur pendukung Tim Indonesia mengikuti berbagai kegiatan untuk membangun semangat kontingen. Menpora juga didaulat menyalakan Obor Satu Semangat Indonesia secara simbolis sebagai bagian dari pesan persatuan dan perjuangan menuju Asian Games 2026.

Sebelum berangkat ke Jepang, Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 akan terlebih dahulu dikukuhkan dan dilepas oleh Presiden Republik Indonesia.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi salah satu panggung penting bagi Indonesia untuk mengukur hasil pembinaan olahraga nasional sekaligus menunjukkan kemampuan atlet Merah Putih bersaing dengan negara-negara Asia lainnya.

Lebih dari sekadar perolehan medali, keikutsertaan Indonesia di Asian Games juga membawa semangat kebangsaan. Perjuangan para atlet diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, disiplin, dan berprestasi, sekaligus memperkuat persatuan serta kebanggaan nasional.

Semangat tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita, terutama dalam penguatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan manusia Indonesia yang sehat, unggul, produktif, serta mampu bersaing di tingkat global.