Kembangkan Usaha Peternakan Kambing Perah untuk Tingkatkan Produksi Susu Nasional

0
112
Bumi Nararya Farm (BNF) di Sleman - Yogyakarta

(Vibizmedia, Sleman-Yogyakarta) Berbagai upaya dilakukan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi susu nasional. Salah satunya adalah mengembangkan usaha peternakan kambing perah di masyarakat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kambing perah merupakan ternak perah alternatif yang cocok dikembangkan dan diterima secara luas di masyarakat karena juga menjadi penghasil susu yang memiliki keunggulan kandungan gizi lengkap dan mampu meningkatkan kesehatan dan kecerdasan masyarakat.

Saat mengunjungi Bumi Nararya Farm (BNF) di Sleman ,Yogyakarta (29/06), Mentan Amran menyatakan, usaha ternak kambing perah disukai peternak karena relatif mudah dan cepat menghasilkan.

Bhumi Nararya Farm (BNF) adalah salah satu peternakan kambing perah terbesar di Indonesia yang berlokasi di kaki Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Kemirikebo, Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Saat ini BNF memiliki populasi sebanyak 706 ekor, terdiri dari 628 ekor kambing betina dan 78 ekor jantan.

Mentan Amran menyatakan, ini adalah upaya menekan impor susu agar bisa swasembada. PIhaknya mengapresiasi kinerja pemilik  BNF dan anggota yang telah mengembangkan peternakan kambing perah.

Menurut data BPS, populasi kambing di Indonesia saat ini sebanyak 18,5 juta ekor dengan komposisi kambing pedaging sebanyak 15,2 juta ekor dan kambing perah sebanyak 3,3 juta ekor. Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi provinsi dengan populasi kambing terbesar. Keduanya menyumbang sekitar 20% dari total populasi kambing di Indonesia.

Pengamatan di lapangan saat ini menunjukkan bahwa permintaan susu kambing cukup tinggi,  khususnya dari masyarakat yang tinggal di perkotaan, karena susu kambing memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan baik untuk pencegahan dan pengobatan diabetes.

Kambing dan domba juga memiliki peran penting dalam kuliner Indonesia, seperti sate kambing dan soto kambing, yang merupakan bagian dari budidaya dan tradisi kuliner.

Mentan Amran menegaskan pihaknya sangat menghargai dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk peternakan. Kerja keras ini tidak hanya membangun keberlanjutan ekonomi, tetapi juga turut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional.