Presiden Prabowo Lepas Ekspor Perdana Jagung ke Malaysia dari Kalimantan Barat

0
329
Foto: BPMI Setpres

(Vibizmedia – Jakarta) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melepas ekspor perdana jagung ke Malaysia usai memimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 di Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menandai perluasan pasar ekspor pertanian Indonesia.

Didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan sejumlah pejabat lainnya, Presiden menyampaikan rasa syukur atas peningkatan signifikan produksi jagung nasional.

“Kita sangat bersyukur. Ini bukti kerja sama lintas sektor. Di kuartal pertama saja, produksi jagung naik hampir 50 persen,” ujar Presiden, Kamis (5/6/2025).

Presiden optimistis Indonesia bisa segera mencapai swasembada jagung, bahkan lebih cepat dari target. “Jika tren ini berlanjut, dalam satu tahun kita tidak perlu impor lagi. Ini hasil dari benih lokal, banyak yang organik, dan kerja keras semua pihak,” tambahnya.

Ekspor perdana ini menjadi yang pertama langsung dari Kalimantan Barat. Sebanyak 1.200 ton jagung dikirim dalam tahap awal dari total target 50.000 ton, termasuk dari NTB dan Gorontalo.

“Ini bukan sekadar ekspor, tapi bukti kepercayaan dunia pada pertanian kita,” tegas Presiden.

Menteri Pertanian Amran menambahkan, permintaan jagung dari Malaysia mencapai 240.000 ton per tahun—sekitar 20.000 ton per bulan—belum termasuk permintaan dari negara lain seperti Filipina.

“Ini bagian dari visi besar Presiden menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia. Ekspor kita akan terus tumbuh,” ujar Amran.

Selain jagung, komoditas ekspor andalan lainnya adalah kelapa dan beras. Indonesia telah mengekspor 2,1 juta ton kelapa per tahun, dengan permintaan Malaysia mencapai 400.000 ton. Untuk beras, peluang ekspor juga terbuka lebar karena tingginya kebutuhan Malaysia.

Amran juga mengapresiasi dukungan dari Kapolri dan Menteri Perdagangan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Stok beras kita saat ini tertinggi dalam 57 tahun, mencapai 4 juta ton. Ini bukti bahwa kondisi pangan kita terus membaik,” tutupnya.