(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya memperkuat industri alat kesehatan (alkes) dalam negeri agar semakin inovatif, berdaya saing, dan mampu memenuhi kebutuhan nasional maupun pasar global. Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui kolaborasi antara PT Graha Teknomedika (GTM) dan Mindray Medical International Limited yang resmi memproduksi ventilator serta mesin anestesi di Depok, Senin (8/9).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut industri alkes sebagai sektor prioritas dengan kontribusi besar bagi perekonomian. “Inisiatif ini bukan hanya tentang produksi alat, tetapi menyelamatkan nyawa, memperkuat sistem kesehatan nasional, dan membangun ketahanan ekonomi di tengah tantangan global,” ujarnya.
Produk yang diluncurkan meliputi ventilator SV300 dan SV800, serta tiga tipe mesin anestesi yakni WATO EX-35, EX-65 PRO, dan A8. Menurut Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Solehan, capaian ini selaras dengan roadmap Making Indonesia 4.0. “Ekspor mesin anestesi naik tajam dari USD354 ribu pada 2022 menjadi USD5,84 juta pada 2024, sementara ekspor ventilator mencapai USD10,37 juta tahun ini,” ungkapnya.
Solehan menekankan, produksi lokal ini akan mengurangi ketergantungan impor sekaligus menciptakan multiplier effect berupa lapangan kerja baru, penguatan riset, serta peluang ekspor ke ASEAN dan pasar global. “Pandemi Covid-19 memberi pelajaran penting tentang rapuhnya rantai pasok global. Kini Indonesia tidak hanya konsumen, tetapi produsen alat kesehatan berteknologi tinggi,” tegasnya.
Direktur Marketing dan Keuangan GTM, Febie Yuriza Poetri, menyebut kolaborasi ini simbol kebangkitan industri alkes Indonesia. “Kami menghadirkan produk berteknologi tinggi setara standar internasional. Fasilitas produksi kami sudah bersertifikat ISO 13485 dengan target kapasitas 500–1.000 unit per tahun,” jelasnya.
General Manager Mindray Indonesia, Max Cao, menambahkan bahwa strategi lokalisasi menjadi kunci sukses kolaborasi ini. “Produk ventilator dan mesin anestesi hasil kerja sama dengan GTM telah mencapai TKDN lebih dari 40 persen dan mendapat sambutan positif, terbukti dengan pemesanan 200 unit ventilator,” ujarnya.
Kemenperin menegaskan akan terus memberi dukungan berupa insentif pajak, program P3DN, penguatan SDM industri, serta dorongan investasi langsung untuk mempercepat kemandirian alkes nasional.









