Malam Tahun Baru, KAI Commuter Tambah 26 Perjalanan Hingga Dini Hari

0
483

(Vibizmedia – Jakarta) Malam pergantian tahun selalu menghadirkan suasana istimewa. Arus warga mengalir menuju pusat kota, mencari ruang untuk merayakan detik-detik akhir tahun bersama keluarga dan sahabat. Di tengah hiruk-pikuk perayaan tersebut, kereta Commuter Line terus melaju, menjaga denyut mobilitas jutaan warga Jabodetabek.

Mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat, KAI Commuter memastikan layanan tetap berjalan aman dan lancar hingga dini hari. Pada malam Tahun Baru, Rabu (31/12/2025) hingga 1 Januari 2026, operasional perjalanan Commuter Line Jabodetabek diperpanjang sebagai bentuk kesiapan layanan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa kebijakan ini didasarkan pada pola mobilitas masyarakat setiap pergantian tahun. Banyak penumpang dari wilayah penyangga Jakarta menuju pusat perayaan dan kembali pulang hingga larut malam, bahkan menjelang pagi. Kondisi tersebut mendorong KAI Commuter menambah jumlah perjalanan.

Sebanyak 26 perjalanan tambahan disiapkan, dengan jadwal operasional hingga pukul 01.30 WIB di stasiun-stasiun awal keberangkatan pada seluruh lintas. Dengan penambahan ini, total perjalanan Commuter Line Jabodetabek selama periode tersebut mencapai 1.091 perjalanan.

Lintas Bogor mencatat jumlah perjalanan terbanyak dengan 398 perjalanan, diikuti Lintas Cikarang sebanyak 287 perjalanan, Rangkasbitung 210 perjalanan, Tangerang 124 perjalanan, serta Tanjung Priok 72 perjalanan. Angka tersebut mencerminkan kesiapan layanan untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat di malam pergantian tahun.

Pengaturan jadwal perjalanan terakhir juga dilakukan secara rinci. Kereta terakhir dari Jakarta Kota menuju Bogor berangkat pukul 01.30 WIB, sementara dari Bogor menuju Jakarta Kota pada pukul 00.10 WIB. Penyesuaian serupa diterapkan di lintas lainnya agar masyarakat dapat merayakan malam tahun baru tanpa khawatir kehabisan akses transportasi.

Dari sisi layanan dan keselamatan, KAI Commuter menyiagakan petugas kesehatan, pelayanan, kebersihan, serta pengamanan di berbagai stasiun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan ketertiban selama perayaan berlangsung.

Dengan kapasitas angkut hingga 2 juta pengguna, KAI Commuter memperkirakan jumlah penumpang pada 31 Desember hingga pergantian tahun akan melampaui 1,1 juta orang. Tingginya angka tersebut menuntut kedisiplinan bersama dari seluruh pengguna.

Karina Amanda menegaskan, demi menjaga keamanan, penumpang dilarang membawa petasan, kembang api, atau benda mudah terbakar ke dalam stasiun maupun rangkaian kereta. Aturan ini diterapkan secara tegas guna meminimalkan risiko selama perjalanan.

Di tengah kemeriahan pesta kembang api dan hitung mundur pergantian tahun, Commuter Line tetap menjadi ruang publik yang harus dijaga bersama. Mengikuti arahan petugas, memperhatikan jarak peron, serta menjaga anak-anak selama perjalanan menjadi bagian dari tanggung jawab kolektif.

Ketika malam berganti dan kota perlahan kembali tenang, kereta-kereta Commuter Line terus bergerak mengantar penumpang pulang. Di balik setiap perjalanan, ada komitmen layanan yang bekerja tanpa sorotan, menjaga agar denyut kota tetap hidup di malam pergantian tahun.