Pulau Bungin Siap Jadi Sentra Budidaya Mutiara dan Lobster Nasional

0
178
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan kunjungan ke Pulau Bungin, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat menyatakan bahwa wilayah tersebut tidak hanya unggul dalam perikanan tangkap, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor budidaya, terutama kerang mutiara. (Foto: KKP)

(Vibizmedia  – Jakarta) Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa Pulau Bungin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tidak hanya memiliki kekuatan pada sektor perikanan tangkap, tetapi juga pada budidaya, terutama kerang mutiara.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah berencana menjalankan program Kampung Budidaya guna meningkatkan produktivitas masyarakat yang selama ini menekuni usaha budidaya. Selain kerang mutiara, warga setempat juga mulai mengembangkan budidaya lobster.

Menurut Menteri Trenggono, Pulau Bungin dikenal sebagai pulau nelayan. Setelah berdiskusi dengan pemerintah daerah, diketahui bahwa kegiatan budidaya di wilayah tersebut juga terus berkembang. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan penerapan program budidaya perikanan pada tahun ini agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mampu mendorong perekonomian masyarakat secara lebih produktif.

Apabila program Kampung Budidaya Perikanan diterapkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memberikan dukungan berupa penyediaan sarana budidaya seperti keramba, pendampingan teknis budidaya yang baik, serta pelatihan manajemen usaha.

Kunjungan Menteri Trenggono ke Pulau Bungin pada 27 Februari 2026 juga dilakukan untuk meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang telah rampung sepenuhnya. Ia menilai kehadiran program Kampung Budidaya Perikanan nantinya akan melengkapi berbagai program perikanan yang sudah berjalan, sehingga masyarakat dapat semakin produktif.

Pulau Bungin dihuni lebih dari 1.000 kepala keluarga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan tradisional dengan kapal berukuran di bawah 5 grosston. Komoditas utama hasil tangkapan meliputi tongkol, cakalang, kembung, dan udang, dengan produksi diperkirakan mencapai hingga 8 ton berdasarkan data pemerintah daerah tahun 2024.

Kepala Desa Pulau Bungin, Jaelani, menjelaskan bahwa masyarakat selama ini mempelajari budidaya kerang mutiara dan lobster secara mandiri. Meskipun sudah berhasil panen, skalanya masih terbatas pada usaha rumah tangga. Ia berharap program Kampung Budidaya Perikanan benar-benar dapat direalisasikan karena kondisi geografis dan kualitas perairan di Pulau Bungin sangat mendukung kegiatan budidaya.

Jaelani menambahkan, budidaya kerang mutiara telah lama dilakukan masyarakat, sementara budidaya lobster mulai berkembang sejak 2021 dan menunjukkan hasil yang lebih nyata dalam dua tahun terakhir.

Di sisi lain, fasilitas KNMP yang telah dibangun dinilai memberi dampak positif terhadap aktivitas nelayan sekaligus meningkatkan kunjungan masyarakat dari luar pulau. Keberadaan shelter pendaratan ikan, misalnya, mempermudah proses bongkar muat hasil tangkapan yang sebelumnya dilakukan secara sederhana. Pembangunan dermaga juga turut mendorong potensi wisata setempat.

Sebagai bagian dari program KNMP, pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas perikanan di Pulau Bungin, antara lain dermaga, shelter pendaratan ikan, cold storage, pabrik es, balai nelayan, serta sentra kuliner. Selain itu, bantuan berupa kapal, cool box, mesin kapal, dan alat tangkap juga telah disalurkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan.