(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah Indonesia semakin serius mempercepat transisi energi menuju ramah lingkungan dengan memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Agus Gumiwang Kartasasmita yang menyebut pemerintah tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mendorong penggunaan kendaraan listrik dari dalam negeri.
Menurut Agus, langkah strategis ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang optimistis terhadap masa depan industri kendaraan listrik nasional. Pemerintah bahkan mengambil peran sebagai “early adopter” untuk memperkuat permintaan pasar terhadap produk dalam negeri.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia mengalami pertumbuhan sangat pesat, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) lebih dari 140 persen dalam lima tahun terakhir.
Dari sisi pasar, penetrasi kendaraan listrik juga terus meningkat. Pada 2025, pangsa pasar kendaraan listrik mencapai 21,71 persen, yang terdiri dari battery electric vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, hybrid electric vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen, dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen. Sementara itu, kontribusi produksi kendaraan listrik terhadap total produksi nasional telah mencapai 11,1 persen.
Pertumbuhan ini diperkirakan semakin kuat pada 2026, seiring masuknya sejumlah produsen baru melalui skema insentif kendaraan listrik impor utuh (CBU). Hal ini akan memperluas pilihan kendaraan listrik sekaligus meningkatkan kapasitas produksi nasional.
Indonesia juga memiliki keunggulan dalam rantai pasok industri kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan baku, produksi sel baterai, hingga proses daur ulang. Ekosistem ini menjadi daya tarik utama bagi investor global.
Sejumlah perusahaan besar telah menanamkan investasi di Indonesia, di antaranya Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motor Indonesia, serta Industri Baterai Indonesia. Kehadiran mereka memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di kawasan.
Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan perusahaan untuk memproduksi mobil listrik nasional, dengan target produksi massal pada 2028. Langkah ini diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, kolaborasi lintas sektor, serta fondasi industri yang semakin kokoh, Indonesia diyakini berpotensi menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global, sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi hijau yang berkelanjutan.









