
(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor semikonduktor melalui kerja sama internasional antara perguruan tinggi dan industri global. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara President University dan National Taiwan Normal University.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan mengembangkan SDM di bidang semikonduktor digital sekaligus menjadi tahap awal penerapan kurikulum berbasis teknologi Taiwan di Indonesia. Ia menilai kerja sama tersebut sebagai langkah awal dalam pengembangan talenta semikonduktor, termasuk uji coba kurikulum yang telah diterapkan di Taiwan.
Selain itu, terdapat pula letter of intent dari Intel Corporation kepada Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan SDM serta penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri yang dapat diimplementasikan di dalam negeri.
Ali menjelaskan, President University dipilih sebagai mitra karena lokasinya yang strategis di kawasan industri Cikarang, yang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan berbagai area industri dan ribuan pabrik dari berbagai negara.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap dapat mempercepat kesiapan Indonesia dalam mengejar ketertinggalan di sektor manufaktur semikonduktor. Upaya tersebut dimulai dari penguatan sektor pendidikan untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten.
Sementara itu, NTNU dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Taiwan di bidang semikonduktor, dengan dukungan industri yang kuat, termasuk dari TSMC, perusahaan semikonduktor terbesar di dunia.
Dengan sinergi ini, Indonesia diharapkan mampu membangun fondasi yang kokoh di sektor semikonduktor melalui pengembangan SDM yang berdaya saing global.








