Stok BBM Aman, Pemerintah Fokus Kurangi Impor LPG

0
62
Foto: Pertamina

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM), tetap terjaga dan berada di atas standar minimum, meskipun di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ia menyampaikan bahwa ketersediaan BBM, baik solar maupun bensin, dalam kondisi aman dan stabil. Bahkan, selama hampir dua bulan sejak munculnya dinamika geopolitik terkait kawasan Selat Hormuz, pasokan energi Indonesia tetap tidak terganggu.

Selain itu, pemerintah juga menjamin ketersediaan minyak mentah untuk kebutuhan kilang domestik tetap aman. Saat ini, fokus pemerintah diarahkan pada upaya mengatasi defisit LPG nasional yang masih cukup besar.

Konsumsi LPG dalam negeri mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik baru berada di kisaran 1,6 hingga 1,7 juta ton. Untuk mengurangi ketergantungan impor yang mencapai 7 juta ton per tahun, pemerintah tengah memfinalisasi pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif substitusi LPG.

Bahlil menjelaskan, pengembangan CNG akan memanfaatkan gas C1 dan C2 yang melimpah di dalam negeri. Pemanfaatannya dinilai lebih efisien, terutama untuk sektor hotel, restoran, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

Ia menambahkan bahwa kebijakan pengembangan CNG masih dalam tahap pembahasan dan akan segera difinalisasi sebagai salah satu langkah strategis menuju kemandirian energi, khususnya di sektor LPG.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tiga langkah utama untuk menghadapi potensi krisis energi global. Pertama, mengoptimalkan lifting atau produksi energi dalam negeri. Kedua, melakukan diversifikasi energi, termasuk melalui pengembangan biodiesel B50 guna menekan impor solar. Ketiga, mendorong pemanfaatan bioetanol E20 sebagai bagian dari bauran energi nasional.

Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor di tengah ketidakpastian global.