Wamendag: Potensi Ekspor Indonesia Sangat Besar, dari SDA hingga Produk Digital

0
38
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan potensi ekspor yang sangat besar dan beragam, mulai dari produk sumber daya alam hingga industri bernilai tambah.

“Indonesia memiliki kekayaan potensi ekspor daerah yang sangat-sangat besar. Karena itu, kehadiran Dashboard Potensi Ekspor Indonesia menjadi sebuah jawaban agar potensi-potensi tersebut bisa dipetakan dan direalisasikan secara optimal,” ujar Dyah Roro dalam Peluncuran Dashboard Potensi Ekspor Indonesia di Jakarta, Senin.

Potensi ekspor Indonesia mencakup berbagai sektor unggulan, seperti produk pertanian dan perkebunan (kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah), perikanan dan kelautan (udang, tuna, rumput laut), produk makanan dan minuman olahan, tekstil dan produk tekstil (TPT), furnitur dan kerajinan, hingga produk manufaktur seperti otomotif dan elektronik. Selain itu, ekonomi kreatif dan produk berbasis digital juga mulai menunjukkan peluang besar di pasar global.

Kinerja perdagangan Indonesia sendiri menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS, yang terdiri atas surplus nonmigas sebesar 60,75 miliar dolar AS dan defisit migas sebesar 19,7 miliar dolar AS.

Sementara itu, pada periode Januari–Maret 2026, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 5,5 miliar dolar AS. Ekspor nonmigas mencapai 63,6 miliar dolar AS, sedangkan impor nonmigas sebesar 52,97 miliar dolar AS.

Dyah Roro berharap dashboard tersebut dapat dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah daerah untuk menggali dan mengembangkan potensi ekspor di wilayah masing-masing.

“Kami berharap pemerintah daerah lintas provinsi bisa memanfaatkan dashboard ini untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi yang ada, sehingga kinerja ekspor nasional dapat terus meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap meningkatnya aktivitas ekspor dari berbagai daerah, yang menunjukkan bahwa produk Indonesia semakin mampu bersaing di pasar global dan memenuhi standar internasional.

Dalam upaya memperluas akses pasar di tengah dinamika geopolitik global, Kementerian Perdagangan terus mendorong penyelesaian berbagai perjanjian dagang, termasuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan sejumlah negara seperti Kanada, Peru, dan kawasan Afrika.

Selain itu, misi dagang juga menjadi strategi konkret dalam membuka peluang ekspor. Dyah Roro mengungkapkan bahwa misi dagang ke China baru-baru ini berhasil mencatatkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai sekitar 88 juta dolar AS.

“Ini merupakan pencapaian yang sangat baik dan menunjukkan kepada dunia bahwa produk-produk unggulan Indonesia memiliki daya tarik tinggi di pasar internasional,” ujarnya.

Ia pun mendorong pelaku usaha di daerah untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan ekspor.

“Masih banyak potensi yang belum terealisasi. Kami berharap dashboard ini dapat membuka wawasan sekaligus mendorong daerah untuk lebih aktif memanfaatkan peluang ekspor yang ada,” tutup Dyah Roro.